Adab-adab Buang Hajat

1
1071

BincangSyariah.Com – Menurut pakar kesehatan setiap orang akan buang air besar minimal satu kali sehari, sebagaimana dilansir Hellosehat.com. Dalam Islam, kita sebagai muslim diajarkan bagaimana adab buang hajat atau buang air besar dan kecil sesuai sunnah Rasulullah saw. Hal ini perlu dipeehatikan dengan baik, sebab banyak muslim yang celaka karena kesalahannya dalam cara membuang air.

Hal ini pernah Rasulullah Saw. peringatkan kepada seluruh umatnya. Sebagaimana terdapat dalam Bulughul Maram, Rasulullah saw bersabda Sucikanlah dari buang air kecil, sebab kebanyakan siksa kubur karena buang air kecil.

Di sini kita akan melihat apa saja yang harus dilakukan ketika buang hajat dan yang tidak boleh dilakukan. Yang dianjurkan terkait buang hajat di antaranya:
Pertama, ketika buang hajat jangan membawa tulisan yang terdapat kalimat Allah ke dalam toilet. Rasulullah ketika masuk kamar mandi beliau selalu melepaskan cincin yang beliau pakai. Cincin Rasulullah saw terdapat tulisan kalimat Allah.

Kedua, ketika memasuki kamar mandi maka dahulukan kaki kiri dan baca lah doa berikut:

Allahumma ini a’udzubika minal khubtsi wal khabaits. “Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari keburukan dan perbuatan yang tercela.”

Ketiga, menjauh dari orang lain. Ketika buang hajat carilah tempat yang memang telah diperuntunkkan, seperti toilet umum. Apabila tidak terdapat toilet, maka carilah tempat yang tidak terlihat orang lain.

Penting untuk kita garis bawahi bahwa kebolehan buang air selain toilet hanya bersifat rukhshah, dispensasi. Tempat itu pun tidak boleh tempat yang sering dilalui atau tempat orang lain bekerja, seperti di kebun.

Keempat, ketika buang hajat dianjurkan untuk jongkok. Kelima, ketika selesai buang hajat maka basuhlah dengan tangan kiri. Membasuh dilakukan dengan air yang suci atau alat bersuci lainnya yang diperbolehkan sampai hilang bau, rasa, atau warnanya. Untuk itu basuhlah dubur dan qubul dengan benar.

Baca Juga :  Tiga Kesunahan di Bulan Ramadhan

Setelah buang hajat selain membersihkan dubur dan qubul, kita juga harus membersihkan bekas toilet yang kita gunakan. Zhalim orang yang meninggalkan toilet dalam keadaan kotor.
Keenam, setelah semua aktivitas di dalam toilet selesai maka keluarlah dengan kaki kanan dan membaca doa berikut:

Ghufranaka
Artinya, ku memohon ampunan Mu.

Ketujuh, jangan buang hajat di tempat lalu lalang orang seperti jalan umum, halte, terminal, dll. Karena ini akan menggangu kenyamanan dan kesehatan orang lain.

Kedelapan, tidak boleh buang hajat di bawah pohon atau tanaman lainnya. Selain itu tidak boleh buang hajat di air yang tidak mengalir, seperti selokan atau kolam.

Kesembilan, ketika buang air jangan mengobrol dengan orang lain, baik dengan teman samping toiletnya atau melalui telpon.

Kesepuluh, tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang hajat. Namun ulama mengecualikan hal ini ketika toilet tersebut tertutup. Namun alangkah lebih baik ketika membangun toilet agar kloset tidak dibangung menghadap atau membelakangi kiblat. Wallahu alam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here