Ada Ular Mendekat Saat Shalat, Apa yang Harus Kita Lakukan?

1
1723

BincangSyariah.Com – Salah satu keistimewaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw. dan umatnya adalah bumi (tanah) bisa dijadikan sebagai masjid (tempat shalat) dan alat untuk bersuci (tayammum). Rasulullah Saw. bersabda mengenai hal tersebut:

اعطيت خمسا لم يعطهن احد قبلي نصرت بالرعب مسيرة شهر وجعلت لي الارض مسجدا وطهورا فايما رجل ادركته الصلاة فليصل واحلت لي الغنم واعطيت الشفاعة وكان النبي يبعث في قومه وبعثت الى الناس كافة

U’thitu khomsan lam yu’thohunna ahadun qobli: nusirtu birru’bi masirota syahrin, waju’ilat liyalardlu masjidan wathohuron, faayyuma rojulin adrikathussholatu falyusholli, wauhillat liyalghanamu, wau’thitusysyafa’ata wakanannabiyyu yub’atsu fi qoumihi khoshshotan wabu’itstu ilannasi ‘ammatan

Aku diberi lima hal yang tidak pernah diberikan pada seorang pun sebelumku, yaitu: aku ditakuti oleh musuh dalam jarak perjalanan satu bulan, bumi dijadikan masjid dan alat bersuci untukku, maka kapan saja seseorang masuk waktu shalat, maka shalatlah, kambing dihalalkan untukku, aku diberikan karunia untuk memberi syafaat, dan para nabi sebelumku diutus ke umat tertentu sedangkan aku diutus ke seluruh penjuru (manusia). (HR. Bukhori-Muslim)

Salah satu keistimewaan tersebut yang paling menjadi perhatian untuk kita pribadi adalah diperbolehkannya shalat langsung di atas bumi, di mana saja kita berada. Oleh karenanya, banyak para petani yang sholat di sawahnya, arsitektur sholat di atas bangunan, dokter sholat di ruanganya, dan lain sebagainya.

Namun, terkadang di tengah sholat ada hal yang tidak diinginkan menimpa orang yang sholat. Misalkan, ada petani yang sholat di pinggir sawahnya. Lalu ia mendapati seekor ular mendekat saat shalat mau dilaksanakan, apa yang harus ia lakukan? Haruskah berhenti sejenak dari shalat? Membunuh ular tersebut? atau apa tindakan tepat sebagaimana yang diajarkan syariat dalam menyikapi hal demikian?

Baca Juga :  Kultum: Kenapa Kita Dianjurkan Banyak Membaca Alquran Selama Ramadhan?

Dalam menjawab hal tersebut, Rasulullah Saw. bersabda – seperti disebutkan dalam kitab Bulughul al-Marom h. 46,

اقتلوا الاسودين في الصلات الحية والعقرب

Bunuhlah oleh kalian dua hewan hitam saat sholat, yakni ular dam kalajengking.

Dalam hadis tersebut Rasulullah Saw. memberikan intruksi pada para sahabatnya agar membunuh kedua hewan tersebut walaupun dalam posisi shalat. Tentunya jika ular dan kalajengking tersebut mengancam keselamatan kita. Dalam artian keduanya mendekat pada kita yang sedang shalat dan terlihat mau mematok atau menyengat kita.

Dalam hadis tersebut ular dan kalajengking disifati dengan warna hitam. Namun, bukan berarti ular yang berwarna selain hitam tidak boleh dibunuh. Ular dengan warna apapun tetap harus dihindari atau dibunuh ketika sudah mengganggu. Bahkan bukan hanya ular atau kalajengking, semua hewan buas yang mengganggu sholat kita dan mengancam keselamatan kita juga boleh dibunuh.

Secara ijmali, hadits tersebut hanya memberikan pengertian tentang intruksi membunuh ular atau kalajengking. Namun, secara tafshily, setidaknya ada tiga kesimpulan – sebagaimana disebut dalam kitab Ibanatu al-Ahkam, j. 1 h. 321-322 – dari hadis tersebut, yaitu

Pertama, kita diminta untuk menolak kemudhoratan atau mara bahaya yang mengancam kita. Baik di dalam maupun di luar sholat. Bukan hanya dari ular atau kalajengking, tapi semua hal yang berbahaya pada keselamatan diri.

Kedua, dengan perintah membunuh ular dalam hadits tersebut berarti dapat disimpulkan bahwa pekerjaan yang berulang-ulang dan banyak ketika dalam kondisi darurat tidak membatalkan shalat sebagaimana dalam shalat khouf (sholat karena takut atau dalam keadaan perang berkecamuk).

Ketiga, bolehnya membunuh ular dan kalajengking (begitu juga dengan yang sejenis keduanya) tanpa ada kemakruhan sama sekali. Baik membunuhnya dengan sekali pukulan atau lebih. Dalam artian sama saja membunuh dengan gerakan yang sedikit ataupun banyak. Pendapat ini disampaikan oleh Madzhab Hanafi, Madzhab hambali, dan Madzhab Maliki. Hanya dalam Madzhab Maliki dimakruhkan apabila tidak ada niatan untuk membunuh keduanya (ular dan kalajengking dan yang sejenisnya). Sedangkan menurut Madzhab Syafi’ie, apabila membutuhkan gerakan yang banyak, maka shalatnya menjadi batal.

Baca Juga :  Jauhi Tiga Perbuatan Ini Jika Anda Belum Bisa Jadi Orang Baik

Allah Ta’ala A’lam.

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here