Ada Tiga Macam Niat Wudhu, yang Populer Hanya yang Pertama

3
5601

BincangSyariah.Com – Pada saat kita melakukan wudhu, umumnya kita berniat untuk menghilangkan hadas kecil. Jarang kita menggunakan selain niat tersebut saat kita melakukan wudhu. Padahal sebenarnya niat wudhu ada tiga macam. Berikut tiga macam niat wudhu tersebut;

Pertama, niat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil, atau suci dari hadas kecil (al-thaharah ‘anil hadas) atau suci untuk melaksanakan shalat (al-thaharah lis shalah). Lafadznya sebagai berikut;

نَوَيْتُ اْلوُضُوْءَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَصْغَرِ|لِلطَّهَارَةِ عَنِ اْلحَدَثِ اْلأَصْغَرِ|لِلطَّهَارَةِ لِلصَّلاَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

“Saya niat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil/agar suci dari hadas kecil/agar suci untuk melaksanakan shalat fardhu karena Allah Ta’ala.”

Kedua, niat wudhu agar bisa dibolehkan melakukan shalat atau lainnya yang tidak boleh dilakukan kecuali dalam keadaan punya wudhu. Lafadznya sebagai berikut;

نَوَيْتُ اْلوُضُوْءَ  لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلاَةِ| لِاسْتِبَاحَةِ الطَّوَافِ| لِاسْتِبَاحَةِ مَسِّ اْلمُصْحَفِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

“Saya niat wudhu agar dibolehkan melaksanakan shalat/dibolehkan thawaf/dibolehkan menyentuh mushaf fardhu karena Allah.”

Ketiga, jika anak kecil yang belum baligh atau orang memperbarui wudhu, maka boleh niat wudhu untuk melakukan kewajiban wudhu. Lafadznya sebagai berikut;

نَوَيْتُ الْوُضُوْءِ| فَرْضَ الْوُضُوْءِ|اَدَاءَ الْوُضُوْءِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Saya niat wudhu/fardhu wudhu/melaksanakan wudhu karena Allah Ta’ala.”

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Kasyifatus Saja karya Syaikh Nawawi al-Bantani,

وكيفيتها كما قال الحصنى ان  كان المتوضىء ساليما لا علة به ان ينوى احد ثلاثة امور احدها ان ينوى رفع  الحدث او الطهارة عن الحدث او الطهارة للصلاة الثانى ان ينوى استباحة  الصلاة او غيرها مما لا يباح الا بالطهارة الثالث ان ينوى فرض الوضوء او  اداء الوضوء او الوضوء. ان كان الناوى صبيا او مجددا

“Adapun cara niatnya, sebagaimana dikatakan Imam al-Hishni, jika orang yang wudhu sehat, tidak terkena penyakit, maka boleh niat dengan salah satu di antara tiga hal berikut. Pertama, niat menghilangkan hadas, suci dari hadas atau suci agar bisa melaksanakan shalat. Kedua, niat agar dibolehkan melakukan shalat atau lainnya yang tidak boleh dilakukan kecuali dalam keadaan suci. Ketiga, niat fardhu wudhu, melaksanakan wudhu atau wudhu, jika orang yang wudhu adalah anak kecil atau orang yang memperbarui wudhu.”

Baca Juga :  Berapa Pahala Mendengarkan Bacaan Al-Quran?

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here