BincangSyariah.Com- Untuk meningkatkan kualitas ibadah puasa, Rasulullah saw telah memberikan kita tuntunan agar melakukan amal-amal tertentu ketika saat berpuasa. Di antara beberapa amal yang dicontohkan oleh Rasulullah saw adalah sebagai berikut:

Pertama, makan sahur
Dalam sebuah hadis riwayat imam al-Bukhari dari sahabat Anas ibn Malik Rasulullah saw bersabda:

«تَسَحَّرُوا؛ فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً»

Artinya: Sahurlah kalian, karena terdapat berkah di dalamnya.

Terdapat perbedaan antara al-suhur dengan dhammah dengan al-sahur dengan fathah. Al-suhur bermakna makanan, dan al-sahur bermakna makan.

Terlepas dari kedua makna sahur adalah makan dan minum. Batasan waktu sahur adalah sebelum masuknya waktu shalat subuh. Keberkahan berarti pahala dan kekuatan. Orang yang sahur akan lebih kuat dalam menjalankan puasa.

Kedua, Menyegerakan berbuka apabila telah jelas masuk waktu maghrib. Rasulullah saw bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah :

«لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ، عَجِّلُوا الْفِطْرَ؛ فَإِنَّ الْيَهُودَ يُؤَخِّرُونَ»

Artinya: tidak akan bertahan kebaikan bagi seorang yang tidak menyegerakan berbuka, karenanya segeralah kalian berbuka, karena orang Yahudi mengakhirkan berbuka mereka.

Ketika berbuka maka lebih baik didahului dengan air putih kemudian disusul dengan makanan yang manis-manis, seperti kurma. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fathul Mu’in karya Syaikh Zainuddin al-Malibari. Beliau lebih lanjut menjelaskan, sebaiknya sebelum shalat untuk makan dan minum secukupnya sebelum melakukan salat maghrib.

Terkait kesunnahan makanan yang dikonsumsi pada saat berbuka puasa, Rasulullah saw bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah

«إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى الْمَاءِ؛ فَإِنَّهُ طَهُورٌ»

Artinya: Apabila kalian ingin berbuka, maka berbukalah dengan kurma, apabila tidak ada maka dengan air, karena ia suci.

Baca Juga :  Hukum Salat Sunah Qabliyah dan Bakdiyah Jum’at

Ketiga, Bagi orang yang junub disunnahkan untuk mandi sebelum terbitnya fajar atau sebelum masuk waktu subuh.

Keempat, menahan diri dari mengkonsumsi makanan yang shubhat dan menahan dari perbuatan yang menimbulkan syahwat.

Kelima, meningkatkan amal pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Keenam, menyibukkan diri dalam menuntut ilmu, membaca Alquran,menyantunin keluarga dan anak yatim dan memberi makan orang berpuasa. Rasulullah saw bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah

«مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِمْ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا»

Artinya: Siapa yang memberikan makanan untuk orang berbuka puasa maka ia mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang puasa tersebut sedikit pun. Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here