Hukum Meninggalkan Sunnah Ab’adh dengan Sengaja

0
30

BincangSyariah.Com – Dalam keadaan tertentu, terkadang ada sebagian orang yang meninggalkan sunnah ab’adh dengan sengaja. Yang dimaksud dengan sunnah ab’adh tersebut misalnya meninggalkan qunut dalam shalat Shubuh, atau sengaja meninggalkan tasyahud awal, dengan tujuan agar shalat segera selesai. Sebenarnya, bagaimana hukum meninggalkan sunnah-sunnah ab’adh dengan sengaja?

Menurut ulama Syafiiyah, meninggalkan sunnah ab’adh dengan sengaja hukumnya adalah makruh. Karena itu, hendaknya seseorang tidak meninggalkan sunnah ab’adh dengan sengaja. Misalnya, sengaja meninggalkan doa qunut dalam shalat Shubuh, tasyahud awal dan lainnya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

ويكره ترك البعض عمدا عند الشافعية ولا تبطل الصلاة به

Dan dimakruhkan meninggalkan sunnah-sunnah ab’adh dengan sengaja menurut ulama Syafiiyah, dan shalat tetap tidak batal meski meninggalkan sunnah ab’adh dengan sengaja.

Meski sengaja meninggalkan sunnah ab’adh tidak membatalkan shalat, namun sebaiknya hal itu tidak dilakukan. Karena, sunnah ab’adh sangat dianjurkan untuk dikerjakan dalam shalat. Menurut ulama Syafiiyah, sunnah-sunnah ab’adh hampir menyerupai setengah rukun shalat sehingga jika ditinggalkan, baik sengaja atau karena lupa, maka tetap dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi sebelum salam.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah berikut;

وسمّيت أبعاضاً ، لأنّها لمّا تأكّدت بالجبر بالسّجود أشبهت الأبعاض الحقيقيّة ، وهي الأركان . وما عداها من السّنن يسمّى هيئاتٍ لا تجبر بسجود السّهو ، ولا يشرع لها

Dinamakan sunah ab’adh, karena harus ditutupi dengan sujud sahwi, mirip dengan bagian asli dalam shalat, yaitu rukun. Sementara gerakan atau bacaan shalat selain itu, disebut haiat, tidak perlu ditutupi dengan sujud sahwi dan tidak disyariatkan untuk diberi sujud sahwi.

Dalam kitab Nihayatu al-Muhtāj, Imam Al-Ramli berkata sebagai berikut;

المراد بسجود السهو ما يفعل لجبر الخلل وإن تعمد سببه كترك التشهد الأول أو القنوت عمدا

Yang dimaksud dengan sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan untuk memperbaiki kekurangan, meskipun kekurangan tersebut dilakukan secara sengaja. Seperti meninggalkan tasyahud awal atau qunut dengan sengaja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here