10 Hal yang Diharamkan saat Ihram Haji dan Umrah

3
15041

BincangSyariah.Com – Setiap ibadah yang disyariatkan dalam Islam pasti terdapat ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi saat menjalankannya. Begitu pula saat menjalankan ibadah ihram haji atau umrah.

Berikut adalah sepuluh hal yang harus dijauhi saat melaksanakan ibadah ihram haji dan umrah sebagaimana termaktub dalam kitab Alfiqh Almanhaji Ala Madzhab Al Imam Al Syafii.

Pertama. Memakai sesuatu yang berjahit di seluruh badan.

Kedua. Menutupi kepala atau sebagian kepala kecuali ada udzur, baik dengan menggunakan penutup kepala dari bahan yang berjahit atau tidak, seperti sorban, kopyah atau penutup lainnya. Namun jika kepala tertutup oleh tembok atau sesuatu yang melindungi kepala sekiranya tidak menempel kepala maka hal tersebut diperbolehkan.

Kedua hal tersebut merupakan larangan yang khusus hanya bagi orang laki-laki saja. Adapun dalil pelarangannya adalah berdasarkan hadis riwayat Ibnu Umar ra.yang menceritakan bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Saw.

ما يلبس المحرم من الثياب؟ فقال : ” لا يلبس القميص، ولا العمائم، ولا السراويلات، ولا البرانس، والخفاف إلا أحد لا يجد نعلين، فليس الخفين، وليقطعهما أسفل من الكعبين ، ولا يلبس من الثياب ما مسه زعفران أو ورس “

“Bagaimanakah pakaian yang seharusnya dikenakan oleh orang yang sedang berihram?. Nabi saw. bersabda: “Tidak boleh mengenakan kemeja, sorban, celana panjang, kopiah dan sepatu, kecuali bagi yang tidak mendapatkan sandal, maka dia boleh mengenakan sepatu. Hendaknya dia potong sepatunya tersebut hingga di bawah kedua mata kakinya. Dan dia tidak memakai pakaian yang diberi za’faran dan wars (sejenis wewangian”. (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Ketiga. menyisir atau mengepang rambut, dengan cara apapun melalui sisir, kuku-kuku atau lainnya. Hal ini jika dikhawatirkan berjatuhannya rambut sebab disisir atau sebagainya.. Namun, jika tidak khawatir tidak akan rontok rambutnya, maka hanya berhukum makruh saja.

Keempat, memendekkan atau mencabut rambut. Kecuali jika terdapat darurat. Adapun keharaman memotong sebagian rambut saat ihram telah jelas dilarang di dalam Alquran

وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗ

Dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. (Al-Baqarah/2; 196)

Berdasarkan ayat tersebut, ulama mengqiyaskan rambut kepala dengan rambut seluruh badan karena tidak adanya pembedaan hukum diantara keduanya.
Kelima, memotong kuku. Baik yang dipotong itu satu kuku utuh atau sebagian saja. Hal ini diqiyaskan pada hukum memotong rambut yang tidak boleh dipotong sebagian atau seluruhnya. Kecuali ada udzur seperti kukunya pecah dan menyebabkan sakit, sehingga mengharuskan untuk memotongnya.

Keenam, memakai wangi-wangian/parfum dengan sengaja di bagian badan mana saja. Dan dilarang pula jika dicampurkan dengan makanan atau minuman yang ia konsumsi, begitu pula jika ia duduk atau tidur diatas kasur atau tempat yang diberi minyak wangi dengan tanpa adanya penghalang.

Begitu juga mandi dengan menggunakan sabun yang wangi. Tetapi tidak haram jika ia mencium harumnya bunga mawar, atau airnya yang berada di suatu tempat. Adapun dalil keharaman menggunakan wangian-wangian ini adalah ijma’ ulama, dimana wangi-wangian itu menunjukkan suatu kemewahan yang seharusnya dihindari oleh orang yang sedang menunaikan ibadah haji dan umrah.

Ketujuh, membunuh hewan buruan yang boleh dimakan, baik yang berada di darat atau yang liar. Oleh karena itu mengecualikan memburu hewan yang ada di laut, maka tidak haram bagi orang yang sedang ihram memburunya, seandainya ia berada di dekat laut. Dan larangan membunuh hewan liar mengecualikan hewan yang boleh dimakan dan dipelihara. Seperti binatang ternak, ayam meskipun agak liar.

Adapun dalil keharamannya adalah .

لاَ تَقْتُلُواْ الصَّيْدَ وَأَنتُمْ حُرُمٌ

Dan janganlah kalian membunuh hewan buruan sedangkan kalian dalam keadaan ihram. (QS. Al-Maidah/5 ; 95).

Kedelapan, akad nikah. Baik ia yang menjalani akad nikah atau yang mengakadi. Karena Nabi saw. Bersabda:

” لا ينكح المحرم ولا ينكح “

Orang yang ihram itu tidak boleh menikahkan dan tidak boleh dinikahkan. (HR. Muslim)

Jika ia tetap melakukan hal itu, menikahkan atau dinikahkan dalam keadaan ihram, maka akadnya batal.
Kesembilan, jima’. Karena Allah swt, berfirman:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ

(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafats), berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. (QS. Al-Baqarah/2: 197). Kata rafats dapat ditafsirkan dengan berbagai makna, dan makna yang paling penting adalah jima’.

Kesepuluh, bersentuhan kulit dengan adanya syahwat tanpa berhubungan badan. Seperti bersentuhan, mencium dan lain-lain. Atau bersenang-senang dengan menggunakan alat bantu tangan atau lainnya. Karena hal ini merupakan termasuk dalam perbuatan kotor yang dilarang oleh Allah swt di dalam firmanNya sebagaimana tersebut di atas.

Demikianlah sepuluh hal yang haram dilakukan oleh orang yang sedang ihram haji atau umrah. Jika ia tidak tahu larangan-larangan tersebut, atau terdapat suatu udzur/darurat seperti sakit yang mengharuskannya menutup kepala atau mencukur rambut, maka hal itu tidak diharamkan baginya. Hanya saja ia wajib membayar fidyah sebagai tebusan atas apa yang ia lakukan. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

3 KOMENTAR

  1. […] Pertama, menggunakan pakaian (kain) yang tidak berjahit saat ihram menunjukkan bahwa manusia saat itu berada di posisi yang tinggi derajat ketawadukannya kepada Allah. Hal ini dikarenakan saat kondisi tersebut seakan-akan manusia berkata “wahai tuhanku, ini diriku yang tidak memiliki apapun dihadapan-Mu, sesungguhnya Engkau pemiliki segala sesuatu baik yang sudah ada ataupun yang akan ada, ini diriku menghadap kepada-Mu sama seperti di hari ibu melahirkan diriku, tidak ada di sisiku apapun barang-barang dunia kecuali apa yang diigunakan untuk menutupi auratku”. (Baca: 10 Hal yang Diharamkan saat Ihram Haji dan Umrah) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here