Tiga Tips Agar Menjadi Istri Salihah

2
996

BincangSyariah.Com – Menjadi istri salihah memang tak semudah mendaftarkan diri ke universitas ternama di Indonesia. Namun demikian bukan berarti tak mungkin dan tak kan terjadi di dunia ini. Dia yang ingin menjadi dan memiliki istri salihah harus berlatih dan berusaha menjadi seorang istri yang disebutkan melalui ayat dan hadisNya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci

Hadis tersebut mengajarkan bahwa tips untuk menjadi istri salihah adalah dengan melaksanakan tiga tips yang diajarkan oleh Rasulullah. Pertama, istri yang menyenangkan suami jika dipandangnya. Yaitu dengan mempersembahkan sikap dan senyum terbaiknya kepada suami, bahkan dalam keadaan sulitpun. Sebab itulah Allah menyuratkan sebuah doa dalam QS Al Furqan ayat 34:

الَّذِينَ يُحْشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ سَبِيلًا

Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka Jahannam dengan diseret atas muka-muka mereka, mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.

Kedua, istri yang taat kepada perintah suami. Dalam artian istri salihah itu nurut apabila disuruh sesuatu oleh suami, selagi suruhan tersebut tidak melanggar ajaran agama. Keterangan tersebut senada dengan hadis Nabi:

عن عائشة   ان رسل الله صلي الله عليه وسلم  قال  :  لو امرت احدا  ان يسجد لاحد لامرت المرأة ان تسجد لزوجها  ولو ان رجلا امر امرأته ان تنقل الي جبل احمر الي جبل اسود ومن جبل اسود الي جبل احمر لكان نولها ان تفعل

Baca Juga :  Hukum Mencium Kaki Ibu dalam Islam

Dari ‘aisyah ra, sesunguhnya telah bersabda Rasulullah saw  : Jika saja au  (boleh) memerintah seseorang untuk sujud kepada seseorang, niscaya aku memerintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya. Jika seorang suami memerintahkan sitrinya untuk pindah dari gunung merah ke gunung hitam dan dari gunung hitam ke gunung merah niscaya bagaimana caranya pun istri harus melakukannya

Ketiga, istri yang tidak menyelisihi suami ketika sedang tidak bersamanya. Ketika istri bisa menjaga diri dan sang suami pun sanggup menjaga diri disaat sedang berjauhan, maka tidak akan hadir yang namanya pebinor (perebut bini orang) atau pelakor (peerebut laki orang). Istri yang bisa tetap menjaga diri dan hartanya di saat suami tak ada inilah yang disebut secara langsung dalam QS An Nisa ayat 34:

الصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

Maka wanita yang shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here