Tiga Tanda Istri yang Mendapatkan Keberkahan

1
2398

BincangSyariah.Com – Setiap manusia mengharapkan keberkahan dalam hidup, termasuk dalam membangun keluarga. Begitu juga ketika memiliki pendamping hidup (istri) yang salihah itu salah satu tanda mendapatkan keberkahan dalam keluarga.

Salah satu keberkahan di dalam keluarga adalah mendapatkan istri yang salihah. Lalu, istri yang seperti apa yang akan mendapatkan keberkahan menurut Islam? Berkaitan dengan hal itu, Rasulullah Saw. Bersabda:

“Di antara tanda keberkahan seorang wanita adalah mudah pinangannya, mudah maharnya, dan mudah rahimnya untuk melahirkan.” (HR. Hakim)

Pertama, wanita yang mudah dipinang. Seorang wanita hendaknya memberikan kemudahan bagi seorang laki-laki saleh yang hendak meminangnya. Sebab, wanita yang membawa keberkahan adalah wanita yang mudah ketika dipinang. Bukan yang meminta setumpuk persyaratan. Namun, bukan berarti pula wanita dengan sulit dipinang tidak mendapatkan keberkahan.

Maksdunya, jika ada seorang laki-laki yang salih menemui orang tua wanita yang salihah untuk meminangnya, lalu keluarga wanita tersebut mudah menerima pinangannya, karena dia tahu laki-laki itu baik agamanya. Kemudahan meminang itu juga menunjukkan bahwa bukan hanya calon istrinya saja yang salihah, namun juga keluarganya. Hal itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Imam Tarmidzi:

“Apabila seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian untuk meminang wanita kalian, maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Jika kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi)

Kedua, ringan maharnya. Wanita yang salihan tidak akan memberatkan calon suaminya. Tidak membuat kesulitan, sehingga hal itu tidak mungkin dijangkau oleh calon suaminya. Sebaliknya, seorang laki-laki yang baik tidak akan pelit dalam memberikan mahar kepada calon istrinya.

Baca Juga :  Tiga Tips Agar Menjadi Istri Salihah

Dari Abu Salamah bin Abdurrahman r.a, ia mengatakan: “aku bertanya kepada Aisyah radiyallahu ‘anha, bagaimana mahar para istri Nabi Saw? Ia menjawab, ‘mahar beliau untuk istri-istrinya ialah 12 auqiyah (yakni berupa perak), dannasy. Tahukah engkau apakah nasy itu?’ Aku menjawab, ‘tidak.’ Ia mengatakan, ‘setengah uqiyah, (sehingga berjumlah 12,5 uqiyah) yaitu 500 dirham. Itulah mahar Rasulullah Saw. untuk istri-istrinya.” (HR Muslim)

Ketiga, mudah rahimnya. Seorang wanita hendaknya tidak menunda-nunda kehamilan dengan alasan duniawi. Sebab memiliki anak yang salih akan mengundang keberkahan dalam kehidupan rumah tangga. Rasulullah Saw. Bersabda: “di antara keberkahan seseorang wanita adalah cepat pernikahannya dan cepat rahimnya melahirkan anak.” (HR. Baihaki)

Ini sedikit berbeda dengan dua tanda sebelumnya yang bisa diketahui sebelum akad nikah. Mudah rahimnya, baru bisa diketahui setelah menikah dan sekian tahun berumah tangga. Namun, ia bisa diprediksi dari keluarganya. Jika ia memiliki beberapa saudara kandung, ibunya juga memiliki banyak saudara kandung, ayahnya juga memiliki banyak saudara kandung, paman dan bibinya juga punya banyak anak, insya Allah ia termasuk dalam tanda ini.

Dan berbeda pula penyikapan tanda ini dengan dua tanda sebelumnya. Soal menerima pinangan dan mahar adalah soal pilihan. Itu adalah sikap calon istri atau orang tuanya. Namun, jika ada wanita yang tidak bisa memiliki banyak anak, itu bukan karena pilihannya. Kecuali kalau memang wanita itu menjalani program pencegah kehamilan atau yang disebut dengan Keluarga Berencana (KB).

Meskipun demikian, seorang istri yang melahirkan banyak anak memang merupakan salah satu keberkahan tersendiri. Sebab Rasulullah Saw. menganjurkan umatnya untuk memperbanyak keturunan. Wallahu a’lam!



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

  1. Bagaimana dengan kisah Aisyah RA dan Siti Hajar, ada wanita yg Benar2 tdk dikaruniai anak, dan ada wanita yg dikaruniai anak namun butuh proses usaha, doa dan penantian yg panjang. Apakah mereka bukan dalam golongan wanita yg diberkahi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here