Tafsir QS An Nisa Ayat 59 : Perempuan Cantik Versi Islam

0
1526

BincangSyariah.Com – Setiap perempuan tentu ingin tampil cantik. Berbagai model dan teknik kecantikan sengaja diterapkan agar dapat menghasilkan wajah yang cantik sesuai dengan keinginan seseorang. Namun, perlu diketahui bahwa definisi cantik yang dimiliki seseorang tentu akan berbeda dengan orang lain. Adakah kriteria perempuan cantik versi Islam?

Mungkun kita bisa mulai dengan pertanyaan perempuan seperti apakah yang cantik itu? Bila ditanya demikian, kebanyakan pria akan menyebut kondisi fisik, seperti kulit bersih, tubuh langsing, hidung mancung, atau mata lentik. Jarang yang mengatakan perempuan cantik itu adalah yang ramah atau cerdas.

Sebuah riset dilaksanakan pada awal bulan Mei 2017 lalu oleh lembaga riset pemasaran Sigma Research membenarkan hal itu. Dalam riset yang melibatkan 1200 responden, diketahui bahwa kebanyakan orang mendefinisikan kecantikan sebagai tampilan fisik. Dari wawancara terhadap 1200 orang, lebih dari 40% mendefiniskan kecantikan berdasarkan kondisi fisik. Hanya 14, 8% yang mendefinisikan kecantikan berdasarkan kepribadian yang menarik, sedangkan yang menganggap perilaku ramah sebagai cantik hanya 9,5%

Lantas bagaimanakah perempuan cantik versi Islam itu? pernahkah terbesit bagaimanaka perempuan cantik menurut Islam? perempuan yang memiliki iman di hati, wajahnya selalu berseri, dan memberikan keteduhan bagi yang menatapnya adalah makna cantik sesungguhnya. Tentu perempuan yang demikian itu perempuan yang patuh dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Cantik yang demikian itu lebih utama daripada paras cantik yang tanpa iman. Dalam QS An Nisa ayat 59 disebutkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa; 59)

Dalam Tafsir Ibn Katsir diterangkan bahwa makna dari akhir ayat dzaalika khairun (hal itu lebih baik) yaitu……. (selengkapnya baca di BincangMuslimah.Com)

Baca Juga :  Biografi Ummu Kultsum: Putri Rasulullah saw.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here