Setelah Melahirkan Tidak Langsung Mengeluarkan Darah, Bagaimana Hitungan Nifasnya?

0
238

BincangSyariah.Com – Umumnya wanita setelah melahirkan akan mengeluarkan darah nifas. Nifas itu paling sedikitnya adalah setetes darah. Dan batas maksimalnya adalah enam puluh hari. Sementara kebiasaan mayoritas wanita mengalami nifas selama empat puluh hari. Namun, bagaimana jika wanita tersebut setelah melahirkan tidak langsung mengeluarkan darah?

Muhammad Ardani di dalam kitabnya yang berjudul Risalah Haid Nifas dan Istihadlah telah menerangkan bahwa kasus wanita sebagaimana tersebut di atas dapat diperinci hukumnya.

Pertama. jika wanita tersebut mengeluarkan darah nifasnya sebelum melebihi 15 hari, maka tetap termasuk darah nifas. Misalnya, setelah melahirkan seorang wanita tidak mengeluarkan darah, dan baru hari keempat ia mengeluarkan darah, maka darah tersebut termasuk darah nifas, karena belum melebihi 15 hari setelah melahirkan.

Sedangkan masa jarak di antara melahirkan dan keluarnya darah tersebut dihitung nifas, tetapi tidak dihukumi nifas atau nifas ada laa hukman. Artinya nifas itu terhitung mulai melahirkan, meskipun tidak keluar darah, akan tetapi sebelum keluarnya darah dihukumi suci. Jadi wajib shalat, puasa Ramadan, boleh bersetubuh, dan lain sebagainya.

Kedua. Jika wanita tersebut baru mengeluarkan darah setelah melebihi 15 hari dari proses melahirkan, maka darah ini adalah darah haid kalau memenuhi syarat darah haid (tidak kurang dari 24 jam, tidak lebih dari 15 hari, dan pada waktu mungkin bisa haid). Sehingga wanita tersebut tidak mengalami nifas sama sekali.

Demikianlah dua rincian hukum bagi wanita yang setelah melahirkan tidak langsung mengeluarkan darah. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Hukum Menyetubuhi Istri Lewat Jalan Belakang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here