Sahabat Perempuan yang Meninggal pada Bulan Ramadan

0
557

BincangSyariah.Com – Setiap sesuatu yang bernyawa maka akan mati . Kematian ini akan datang kepada siapapun dan kapanpun. Jika kematian ini datang maka tidak ada yang bisa menghindarinya lagi. Setiap orang pasti akan mengharapkan kematian yang khusnul khotimah. Hal ini tak jarang beberapa orang mengharapkan meninggal bertepatan pada bulan-bulan tertentu seperti bulan Ramadhan atau bahkan pada hari tertentu seperti hari Jum’at. Lantas apa keutamaan meninggal pada bulan Ramadan ?

Pada bulan Ramadhan ini banyak sekali keutamaan keutamaan yang disebutkan baik dalam Al-Qur’an maupun hadis. Memang dalam Al-Qur’an atau hadis tidak ada dalil khusus yang menjelaskan tentang keutamaan meninggal dalam bulan Ramadhan , namun ada satu nash yang menyebutkan tentang hadis keutamaan yang meninggal dalam keadaan puasa. Berikut hadis yang menerangkan keutamaan meninggal dalam keadaan puasa  , hal ini disebutkan oleh riwayat Hudzaifah dalam kitab Musnad Ahmad,

عن حذيفة ، قال : أسندت النبي صلى الله عليه وسلم إلى صدري فقال : من قال لا إله إلا الله ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة ، ومن صلى صلاة ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة ، ومن صام يوما ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة ، ومن تصدق بصدقة ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة

Siapa yang mengucapkan laa ilaha illallah dan ia mengucapkannya dengan ikhlas hanya mencari keridhaan Allah dan ia mengakhiri hidupnya dengan itu maka ia akan masuk surge, siapa yang berpuasa sehari dan ikhlas karena Allah serta menutup akhir hidupnya dengan ibadah maka ia masuk surga, dan siapa bersedekah dengan penuh keikhlasan dan ia mengakhiri hidupnya dengan ibadah itu maka ia masuk surga.

Baca Juga :  Abbas bin Abdul Muthalib: Paman Sepermainan Nabi, Leluhur Dinasti Abbasiyah

Hal ini bisa dijadikan hujjah bahwa orang yang meninggal dalam keadaan puasa mempunyai keutamaan tersendiri. Kita sendiri sering melihat banyak ulama yang meninggal dalam kesempatan yang baik, baik dalam suatu ibadah tertentu. Bahkan beberapa keluarga nabi baik istri maupun putrinya meninggal pada waktu bulan suci Ramadhan , berikut nama-nama sahabat perempuan yang meninggal pada bulan Ramadhan,

  1. Khadijah binti Khuwailid

Khadijah binti Khuwailid lahir pada tahun 68 sebelum hijrah. Beliau berasal dari keluarga terhormat dan terpandang. Beliau dikenal sebagai perangai yang mulia, ditambah dengan akal yang cerdas, karakter yang kuat dan pandai menjaga penghormatan. Tak heran jika pada zaman jahiliyyah orang-orang menyebutnya dengan “At-Thahirah” yang berarti wanita suci.

Beliau merupakan wanita pertama yang dinikahi Rasulullah. Tidak ada yang dinikahi sampai Khadijah wafat. Dari pernikahan ini beliau mempunyai enam anak, yakni Al-Qasim, ‘Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kulsum, dan Fatimah.

Beliau wafat pada tahun 3 sebelum Hijrah pada bulan Ramadhan di Mekkah dalam usia 65 tahun. Dalam kegiatan dakwah , sosok wanita yang satu ini tak ubahnya adalah tangan kanan Rasulullah. Menjelang wafatnya, Rasulullah menghampirinya dan bertanya “Apakah engkau tidak suka aku melihatmu?” Sungguh Allah telah menjadikan kebencian itu menjadi kebaikan.

Bahkan ketika menguburkan jenazah Khadijah di pemakaman Hujun , Rasulullah turun ke dalam kuburnya dan memasukkan jenazahnya ke dalam liang lahat langsung dengan tangannya. Sungguh kepergian Khadijah menjadi musibah besar bagi Rasulullah.

  1. Aisyah binti Abu Bakar

Aisyah binti Abu Bakar lahir pada tahun delapan sebelum hijrah. Beliau dilahirkan enam tahun setelah Rasulullah diutus menjadi rasul. Orang tuanya sudah memeluk Islam sejak kecil sehingga sewaktu kecil beliau telah dididik sesuai dengan ajaran Islam.

Baca Juga :  Ketika Umar bin Khattab Menangis di Hadapan Rasulullah

Beliau adalah wanita yang banyak menghafalkan hadis-hadis Rasulullah. Betapa  banyaknya hadis yang dihafalkannya sehingga para ahli hadis menempatkan beliau pada kedudukan perawi ke 5 yang terbanyak dalam meriwayatkan hadis.

Setelah menjalankan kehidupannya yang begitu mulia, beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 17 Ramadhan 58 H. Beliau wafat pada usia 66 tahun dan dimakamkan di pemakaman Baqi’. Wafatnya Aisyah ini menimbulkan rasa duka bagi masyarakat muslim. Sejarah mencatat sebagai sosok wanita yang mengabdikan diri sepenuhnya pada Rasulullah.

  1. Shafiyyah binti Huyyay

Beliau merupakan wanita terkemuka yang cerdas dan memiliki kedudukan yang tinggi. Sebelum masuk Islam, beliau menikah dengan Salam bin Abi Al-Haqiq dan kemudian menikah dengan Kinanah bin Abi Al-Haqiq. Keduanya merupakan penyair yahudi. Suaminya terbunuh dalam perang Khaibar sehingga beliau menjadi salah tawanan bersama wanita-wanita lain.

Beliau termasuk wanita yang beruntung saat itu. Rasulullah menikahinya dan sebagai maharnya beliau memerdekakan Shafiyyah. Sewaktu Rasulullah wafat , beliau menjadi wanita yang bertakwa. Beliau selalu menjalankan ibadah secara istiqomah hingga sakit dan ajal menjemputnya. Beliau wafat pada zaman Khalifah Muawiyah tepatnya pada bulan Ramadhan tahun 50 H dan dimakamkan di pemakaman Baqi’.

  1. Ummu Salamah

Ummu Salamah adalah putri dari pemuka kaum kaya dari Bani Mughirah, Abi Umayyah. Setelah remaja beliau dinikahkan dengan Abdullah bin Abdul Asad Al-Makhzumi. Dan keduanya mendapat hidayah dari Allah hingga menyatakan keislamannya depan Rasulullah.

Suaminya meninggal akibat luka yang dideritanya sejak perang uhud. Hingga beliau menjadi seorang diri mengasuh anak-anaknya. Suatu ketika Rasulullah datang untuk meminangnya. Setelah beberapa pertimbangan akhirnya beliau menjadi istri Rasulullah.  Beliau merupakan istri tertua.

Ummu Salamah wafat dalam usia 64 tahun pada bulan Ramadhan tahun 59 H yang dimakamkan di pemakaman Baqi’. Namun ada satu pendapat yang mengatakan bahwa beliau wafat pada bulan Syawal.

  1. Fatimah binti Rasulullah

Fatimah Az-Zahra merupakan putri keempat Rasulullah dengan Khadijah. Beliau dilahirkan pada tahun kelima kenabian tepat 20 Jumadal Akhir. Kelahirannya memberikan kabar gembira untuk Rasulullah, nampaknya keberkahan dan keberuntungan menyertai kelahiran tersebut.

Baca Juga :  Ronggo Warsito: Mengetahui Kapan Kematiannya Sendiri

Kedudukan Fatimah begitu tinggi di mata Rasulullah. Kedekatan keduanya begitu sangat kuat. Benar saja ketika enam bulan Rasulullah wafat , beliau jatuh sakit. Meskipun sakit, beliau begitu gembira, ia merupakan bukti perkataan Rasulullah bahwa dirinya yang akan menemuinya untuk pertama kali seperti yang disebutkan dalam hadis.

Beliau wafat malam selasa tanggal 3 Ramadhan 11 H. Waktu itu beliau berumur 27 tahun atau 29 tahun. Dan beliau dimakamkan di Baqi.

Wallahu A’lam Bisshawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here