Hukum Rambut Perempuan yang Dipotong, Apakah Termasuk Aurat?

2
735

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa menurut sebagian besar ulama, rambut kepala perempuan yang sudah mukallaf dinilai sebagai aurat. Karena itu, rambut tersebut harus ditutupi dengan kerudung dan sebagainya agar tidak terlihat lawan jenis. Namun bagaimana jika rambut perempuan tersebut dipotong atau rontok sendiri, apakah masih dinilai sebagai aurat? (Baca: Bolehkah Perempuan Haid Menyisir Rambut?)

Menurut para ulama, rambut perempuan yang dipotong atau rontok hukumnya tetap dinilai sebagai aurat. Karena itu, rambut tersebut harus disimpan dengan baik atau dikubur ke dalam tanah agar tidak terlihat oleh lawan jenis.

Dalam kitab-kitab terdapat sebuah kaidah yang berhubungan dengan masalah ini, yaitu setiap sesuatu yang haram dilihat ketika masih menyatu dalam tubuh, maka juga haram dilihat ketika sudah terpisah. Karena rambut kepala perempuan termasuk aurat yang haram dilihat ketika masih menyatu dengan orangnya, maka ia juga haram dilihat ketika sudah terpisah, baik karena dipotong, rontok atau lainnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

وكل جزء حرم نظره حال كون ذلك الجزء المنظور إليه متصلا حرم النظر إليه حال كونه منفصلا

Setiap bagian yang haram dilihat ketika bagian tersebut masih menyatu, maka haram dilihat juga ketika bagian tersebut sudah terpisah.

Dalam kitab Hasyiah Al-Bujairimi ‘ala Al-Khatib disebutkan bahwa suami yang sudah bercerai dari istrinya, maka dia tidak boleh melihat rambut yang terpisah dari istrinya meskipun rambut tersebut terpisah sebelum bercerai. Ini sebagaimana disebutkan seperti berikut;

أنه إذا انفصل منها شعر وهي في نكاحه ثم طلقها حرم النظر إليه بعد الطلاق ؛ لأنها صارت أجنبية منه ، ولا نظر لانفصاله في وقت كان يجوز له فيه النظر

Baca Juga :  Ummu Aiman; Mengenal Sosok Perempuan Perawat Nabi Saat Bayi

Sesungguhnya jika rambut seorang perempuan lepas dan dia masih menjadi istri dari seorang laki-laki, kemudian laki-laki tersebut menceraikannya, maka haram bagi lak-laki tersebut melihat rambut itu setelah cerai. Hal ini karena perempuan tersebut sudah menjadi orang lain lagi dan tidak dipedulikan meskipun rambut lepas di waktu dia masih boleh melihatnya.

Ini menunjukkan bahwa menurut para ulama, rambut perempuan yang terpisah tetap dihukumi sebagai aurat sehingga tidak boleh dilihat atau terlihat oleh lawan jenis, meskipun itu mantan suaminya.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here