Perempuan Sedang Menjalani Masa Iddah Wafat, Apakah Boleh Memakai Celak?

0
4

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa di antara larangan bagi perempuan yang sedang menjalani masa iddah wafat atau karena ditinggal mati oleh suaminya adalah berhias diri seperti memakai parfum dan memakai perhiasan. Namun bagaimana dengan memakai celak mata, apakah termasuk larangan bagi perempuan yang sedang menjalani masa iddah wafat? (Baca: Iddahnya Wanita yang Ditinggal Wafat Suaminya)

Mengenai hukum memakai celak mata bagi perempuan yang sedang menjalani masa iddah wafat, menurut para ulama, hukumnya tergantung pada bahan celak yang digunakan. Jika bahan celak yang digunakan termasuk bahan yang tidak mengandung unsur perhiasan, maka hukumnya boleh, baik memakai celak di waktu siang maupun malam.

Sebaliknya, jika bahan celak tersebut mengandung unsur perhiasan atau sudah biasa digunakan untuk kecantikan dan berhias diri, maka hukumnya tidak boleh kecuali ada kebutuhan. Jika ada kebutuhan, maka hukumnya boleh dengan syarat, menurut ulama Malikiyah, digunakan di waktu malam, bukan di waktu siang.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

الاِكْتِحَال لِلْمُعْتَدَّةِ مِنَ الْوَفَاةِ:إِذَا كَانَ الاِكْتِحَال بِمَا لاَ يُتَزَيَّنُ بِهِ عَادَةً فَلاَ بَأْسَ بِهِ عِنْدَ الْفُقَهَاءِ لَيْلاً أَوْ نَهَارًا. أَمَّا إِذَا كَانَ مِمَّا يُتَزَيَّنُ بِهِ كَالإْثْمِدِ، فَالأْصْل عَدَمُ جَوَازِهِ إِلاَّ لِحَاجَةٍ، فَإِنْ دَعَتِ الْحَاجَةُ إِلَى ذَلِكَ جَازَ. وَصَرَّحَ الْمَالِكِيَّةُ أَنَّ الْمُرَادَ – فِي هَذِهِ الْحَال – تَكْتَحِل لَيْلاً وَتَغْسِلُهُ نَهَارًا وُجُوبًا

Hukum bercelak bagi perempuan yang sedang menjalani iddah wafat: Jika bercelak dengan bahan yang tidak ada unsur perhiasannya menurut kebiasaan, maka tidak masalah memakainya menurut ulama fiqih, baik memakainya di waktu malam maupun siang. Adapun jika bahan yang digunakan termasuk bahan yang biasa digunakan untuk perhiasan, seperti bahan celak dari batu istmid, maka hukum asalnya tidak boleh kecuali ada kebutuhan. Jika ada kebutuhan untuk memakainya, maka hukumnya boleh. Ulama Malikiyah menegaskan bahwa maksud boleh disini adalah perempuan tersebut boleh memakai celak di waktu malam, dan di waktu siang wajib untuk dihapus.

Baca Juga :  Berapa Lama Iddah Perempuan yang Haidnya Berhenti Karena Suntik KB?

Dengan demikian, selama perempuan yang sedang menjalani masa iddah wafat tersebut memakai celak bukan untuk tujuan berhias diri dengan hanya menggunakan bahan celak yang tidak mencolok, misalnya, maka ia tidak masalah memakainya. Sebaliknya, jika mencolok dan bertujuan untuk berhias diri, maka menurut ulama hukumnya tidak boleh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here