Perempuan Haid Menyembelih Hewan Kurban, Apakah Sah?

0
191

BincangSyariah.Com – Dalam praktiknya, kita jarang menjumpai perempuan menyembelih hewan kurban. Hampir semua sembelihan hewan kurban dilakukan oleh laki-laki. Namun bagaimana jika perempuan menyembelih hewan kurban, apalagi dalam keadaan haid, apakah sah?

Dalam Islam, meski dalam prakteknya jarang dilakukan, perempuan boleh melakukan penyembelihan hewan, termasuk hewan kurban. Sembelihan perempuan dinilai sah dan hasil sembelihannya halal dimakan. (Baca: Hukum Perempuan Menyembelih Hewan)

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dari Sa’ad bin Mu’adz, dia berkata;

أَنَّ جَارِيَةَ لِكَعْبِ بْنِ مَالِك كاَنَتْ تَرْعَى غَنَمًا بِسَلْعِ فَأُصِيْبَتْ شَاٌة مِنْهَا فَأَدْرَكَتْهَا فَذَبَحَتْهَا بِحَجَرٍ فَسُئِلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ كُلُوْهَا

Sesungguhnya budak wanita Ka’ab bin Malik menggembalakan kambingnya di daerah Sal’u. Tiba-tiba dia melihat ada kambingnya yang akan mati, kemudian dia sembelih dengan menggunakan batu. Nabi Saw ditanya tentang masalah tersebut. Nabi Saw menjawab, ‘Makanlah kambing tersebut.’

Berdasarkan hadis ini, semua ulama sepakat bahwa sembelihan perempuan hukumnya boleh dan sah. Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini. Asal perempuan mampu menyembelih dan bisa memenuhi syarat-syarat penyembelihan, maka hukumnya sah. Ini sebagaimana disebutkan oleh Ibn Al-Mundzir dalam kitab Al-Ijma’ berikut;

وأجمعوا على إباحة ذبيحة الصبي والمرأة إذا أطاقا الذبح، وأتيا على ما يجب أن يؤتى عليه

Ulama bersepakat mengenai kebolehan penyembelihan anak-anak dan perempuan, dengan syarat keduanya mampu menyembelih dan melaksanakan apa-apa yang wajib ada dalam penyembelihan.

Bahkan menurut ulama Syafiiyah, meskipun perempuan dalam keadaan haid atau nifas, dia tetap boleh menyembelih hewan, termasuk hewan kurban. Hasil sembelihan perempuan haid atau nifas tetap dinilai sah dan boleh dimakan. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

Baca Juga :  Bolehkah Berkurban dengan Uang Pinjaman?

تحل ذبيحة المرأة بلا خلاف ، لحديث كعب بن مالك المذكور في الكتاب ، وذكاة الرجل أفضل من ذكاتها لما ذكره المصنف وسواء كانت المرأة حرة أو أمة طاهرا أو حائضا أو نفساء مسلمة أو كتابية ، فذبيحتها في كل هذه الأحوال حلال ، نص عليه الشافعي واتفقوا عليه

Sembelihan perempuan hukumnya halal tanpa ada perbedaan pendapat, berdasarkan hadis Ka’ab bin Malik yang telah disebutkan. Namun sembelihan laki-laki lebih utama dibanding sembelihan perempuan berdasarkan alasan yang disebutkan mushannif. Baik perempuan merdeka, budak, suci, haid atau nifas, baik muslimah atau kitabiyah, semua sembelihannya halal. Ini ditegaskan Imam Syafii dan semua ulama Syafiiyah dengan beliau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here