Benarkah Perempuan Haid Tidak Boleh Mendampingi Orang yang Sedang Sakaratul Maut?

0
1715

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, menjenguk orang sakit dan orang yang sedang sakaratul maut termasuk akhlak yang sangat terpuji dan perbuatan yang sangat dianjurkan. Tentunya anjuran ini berlaku baik bagi laki-laki maupun perempuan. Namun demikian, di kalangan masyarakat, ada anggapan bahwa perempuan yang sedang haid tidak boleh mendampingi orang yang sedang sakaratul maut. Benarkah demikian?

Pada dasarnya, tidak ada larangan dalam Islam bagi perempuan haid untuk mendampingi orang yang sedang sakaratul maut. Ia boleh mengurus orang yang sakaratul maut, bahkan juga mentalqinnya. Meskipun boleh, namun sebagian ulama melarang perempuan haid mendangpingi orang yang sakaratul maut karena kehadirannya bisa mencegah malaikat rahmat untuk hadir pada orang yang sakaratul maut.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiyatul Bujairimi alal Khatib berikut;

وَلَا يَحْرُمُ عَلَى الْحَائِضِ وَالنُّفَسَاءِ حُضُورُ الْمُحْتَضَرِ عَلَى الْمُعْتَمَدِ خِلَافًا لِمَا فِي الْعُبَابِ وَالرَّوْضِ وَعَلَّلَهُ بِتَضَرُّرِهِ بِامْتِنَاعِ مَلَائِكَةِ الرَّحْمَةِ مِنْ الْحُضُورِ عِنْدَهُ بِسَبَبِهَا .

Dan tidak diharamkan bagi perempuan yang haid dan nifas mendatangi seseorang yang dalam keadaan sakaratul maut. Ini menurut pendapat yang kuat, akan tetapi menurut Ibnu Hajar dalam kitab Al-Ubab dan pendapat Ibnu Al-Muqri dalam kitab Raudhah.  (Mereka berdua melarang) dengan alasan dengan sebab hadirnya perempuan yang haid dan nifas dapat mencegah hadirnya malaikat rahmah pada orang yang sakaratul maut.

Dengan demikian, meskipun pendapat kebanyakan ulama tidak mengharamkan perempuan haid mendampingi orang yang sakaratul maut, namun sebaiknya orang yang mendampingi orang yang sakaratul maut dan mengurusnya adalah orang yang suci dari hadas kecil dan besar. Selain karena agar malaikat rahmat tidak terganggu untuk hadir pada orang yang sakaratul maut, juga agar pengurusannya lebih sempurna dan lebih baik.

Baca Juga :  Hukuman Bersetubuh Saat Istri Haid

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Qudamah dalam kitabnya Al-Mughni berikut;

ولا نعلم بينهم اختلافاً في صحة تغسيلهما وتغميضهما له ـ الحائض والجنب ـ ، ولكن الأولى أن يكون المتولي لأموره ، في تغميضه وتغسيله ، طاهراً لأنه أكمل وأحسن

Kami tidak mengetahui adanya perbedaan terkait keabsahan memandikan dan memejamkan kedua mata mayat bagi orang yang sedang haid dan junub. Hanya saja hendaknya yang mengurus jenazah, baik memejamkan kedua mata maupun memandikan mayat, adalah orang yang suci -dari hadas- karena hal tersebut lebih sempurna dan lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here