Pendapat Ibn Rusyd tentang Perempuan

1
1340

BincangSyariah.Com – Banyak sekali pandangan keagamaan yang menolak kepemimpinan publik perempuan. Sebagian besar ulama klasik bahkan mengharamkannya. Mereka mendasarkan pandangan ini pada hadis Nabi yang sahih,

لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلوْا أَمْرَهُمْ اِمْرَأةً.

“Tidak akan sukses sebuah bangsa yang menyerahkan kepemimpinannya kepada perempuan”.

Selain itu, menurut mereka, akal perempuan lebih rendah dari pada akal laki-laki. Sebaliknya perempuan lebih lebih mendahulukan perasaannya dari pada pikirannya.

Akan tetapi Ibnu Rusyd berpendapat lain. Ia mengatakan,

طَالَمَا أَنَّ بَعْضَ النِّسَاءِ يَنْشَأْنَ وَهُنَّ عَلَى جَانِبٍ كَبِيْرٍ مِنَ الْفِطْنَةِ وَالْعَقْلِ فَإِنَّهُ غُيْرُ مُحَالٍ أَنْ نَجِدَ بَيْنَهُنَّ حَكِيْمَاتٍ وَحَاكِمَاتٍ وَمَا شَابَهَ ذَلِكَ. وَإِنْ كَانَ هُنَاكَ مَنْ يَعْتَقِدُ أَنَّ هَذَا النَّوْعَ مِنَ النِّسَاءِ نَادِرَ الْحُصُوْلِ لَا سِيَّمَا وَأَنَّ بَعْضَ الشَّرَائِعِ تَرْفُضُ أَنْ تُقِرَّ لِلنِّسَاءِ بِالْإِمَامَةِ أَيْ اْلإِمَامَةِ الْعُظْمَى، بَيْنَمَا نَجِدُ شَرَائِعَ أُخْرَى عَلَى خِلَافِ ذَلِكَ مَا دَامَ وُجُوْدُ مِثْلِ هَؤُلَاءِ النِّسْوَةِ بَيْنَهُمْ أَمْرًا لَيْسَ بِمُحَالٍ.

Sepanjang para perempuan tumbuh dan besar dengan kecerdasan dan kapasitas intelektual yang cukup, maka tidaklah mustahil kita akan menemukan di antara mereka para filosof dan para pemimpin publik dan semacamnya. Memang ada orang yang berpendapat bahwa perempuan seperti itu jarang ada, apalagi ada hukum-hukum agama yang tidak mengakui kepemimpinan politik perempuan, meski sebenarnya ada juga hukum agama yang membolehkannya. Akan tetapi sepanjang perempuan-perempuan di atas ada, maka itu berarti kepemimpinan perempuan bukanlah hal yang tidak mungkin. (Talkhish al-Siyasah li Aflathon, hlm. 125).

Karena itu pula, perempuan perlu terlibat (berperan serta) bersama laki-laki dalam perang, perjuangan dan sejenisnya. Adalah layak pula bagi kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk bekerja pada bidang-bidang sebagaimana yang dikerjakan laki-laki. Hal itu bisa terjadi hanya manakala mereka memiliki akses yang sama dengan laki-laki (antara lain) dalam bidang seni musik dan latihan fisik. (hlm. 126).

Baca Juga :  Muslimah Rajin Shalat Tapi tidak Menutup Aurat, Bagaimana Menurut Islam?

Apa yang dikatakan Ibn Rusyd di atas kini telah terbukti. Semakin hari semakin banyak perempuan yang memimpin negara atau pemerintahan, menjadi pemimpin perusahaan, jenderal, rektor, dan sebagainya.[]

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here