Niat Mandi Setelah Melahirkan atau Keguguran

1
76

BincangSyariah.Com – Melahirkan atau wiladah termasuk perkara yang mewajibkan seorang perempuan untuk berkeramas atau mandi wajib. Termasuk bagian dari wiladah adalah keguguran. Karena itu, jika seorang perempuan keguguran, meskipun berupa segumpal darah dan segumpal daging, maka dia wajib mandi wajib.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyah berikut;

مُوجبَات الْغسْل الْمَوْت وَالْحيض وَالنّفاس والولادة وَلَو علقَة ومضغة وَبلا رُطُوبَة والجنابة وَتحصل بِخُرُوج الْمَنِيّ وبإيلاج الْحَشَفَة أَو قدرهَا فِي فرج

Hal-hal yang mewajibkan mandi adalah mati, haid, nifas, melahirkan meskipun berupa segumpal darah dan segumpal daging, dan juga meskipun tanpa basah (tidak mengeluarkan darah), junub dengan mengeluarkan mani, dan masuknya hasyafah atau seukurannya ke dalam farji.

Adapun niat mandi setelah melahirkan atau keguguran adalah sebagai berikut;

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَكْبَرِ مِنَ الْوِلاَدَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla li rof’il hadatsil akbari minal wilaadati fardhol lillaahi ta’aala.

Aku berniat mandi karena menghilangkan hadas besar dari melahirkan karena Allah Ta’ala.

Adapun mengenai tata cara mandi dari wiladah sama dengan mandi wajib karena junub, haid dan nifas. Yaitu melakukan niat dalam hati dan meratakan air ke seluruh bagian tubuh, mulai dari rambut sampai ujung kaki, serta membersihkan najis yang menempel di tubuh. Air yang digunakan adalah air yang suci dan mensucikan sebagaimana dalam wudhu.

Baca Juga :  Hukuman Bersetubuh Saat Istri Haid

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here