Nasihat Nabi untuk Suami yang Tergoda Wanita Lain

0
811

BincangSyariah.Com – Menjalani bahtera rumah tangga tidak luput dari ganasnya badai yang menerpa. Entah dari pihak istri atau suami ada saja yang hadir menjadi pihak ketiga. Namun, biasanya godaan yang datang adalah dari pihak suami, khususnya yang kaya raya. Berikut adalah sabda Nabi saw. untuk suami yang tergoda wanita lain.

قَالَ جَابِرٌ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِذَا أَحَدُكُمْ أَعْجَبَتْهُ الْمَرْأَةُ فَوَقَعَتْ فِى قَلْبِهِ فَلْيَعْمِدْ إِلَى امْرَأَتِهِ فَلْيُوَاقِعْهَا فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ ». رواه مسلم.

Jabir berkata, saya pernah mendengar Nabi saw. bersabda, “Jika salah satu dari kalian dibuat heran oleh seorang wanita, lalu wanita itu jatuh di dalam hatinya (membangkitkan syahwatnya), maka hendaklah ia bermaksud menuju istrinya, lalu berhubungan badanlah dengannya, karena sungguh hal itu dapat menolak apa yang ada di dalam dirinya (mengendalikan nafsunya). (H.R. Muslim).

Berdasarkan hadis tersebut, Nabi saw. mengajarkan kepada para suami agar ketika melihat seorang wanita hingga menimbulkan rasa syahwat di dalam dirinya, maka segeralah ia menemui istrinya. Dialah yang hanya berhak mendapatkan pelampiasan syahwat dengan cara yang sah. Jika memang istrinya berada di tempat yang jauh darinya. Maka, zaman sekarang sangatlah mudah mencari solusinya. Bisa langsung menelponnya via suara atau video. Artinya, Nabi saw. mengingatkan kepada para suami agar selalu ingat istrinya saat ia tergoda dengan wanita lain.

Bahkan di dalam riwayat Jabir r.a. lainnya disebutkan bahwa Nabi saw. pernah melihat seorang wanita, namun beliau langsung mendatangi istrinya, yakni Zainab. Lalu beliau bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ ». رواه مسلم.

Baca Juga :  Bisakah Negara Melarang Poligami?

“Sungguh wanita dilihat dari depan dalam bentuk setan, begitu pula di arah belakang dalam bentuk setan. Jika salah satu dari kalian melihat seorang wanita, maka datangilah istrinya. Sungguh hal itu dapat menolak apa yang ada di dalam dirinya.” (H.R. Muslim).

Sungguh Nabi saw. tidaklah menghina wanita yang menyamakan dengan setan. Karena banyak sekali bukti lain yang justru Nabi saw. memuliakan wanita (baca di sini). Menurut para ulama sebagaimana yang dikutip oleh Imam Nawawi di dalam kitab Syarah Shahih Muslim, hadis ini hanyalah suatu isyarat saja. Bahwa hawa nafsu serta undangan fitnah itu (salah satunya) datang dari seorang wanita. Adapun Allah Swt. sudah menjadikan hati para laki-laki itu condong kepada  seorang wanita. Mereka akan merasakan nikmat dengan memandang wanita dan apapun yang berhubungan dengan syahwat. Oleh karena itu, wanita diserupakan dengan setan yang mengundang kejelekan.

Hal tersebut pun dapat kita mubadalahkan. Yakni sama saja dengan laki-laki yang dapat menggoda wanita. Karena banyak pula wanita yang tergoda dengan bujuk rayuan laki-laki, sehingga bagi wanita yang sudah bersuami pun harus segera melawan syahwat dan nafsunya dengan cara bergegas menuju suaminya.

Demikianlah sabda Nabi untuk suami yang tergoda wanita idaman lain. Yakni ajaran beliau adalah dengan cara menemui istrinya yang dapat menampung syahwatnya dengan halal. Begitu pula dengan seorang wanita yang tergoda laki-laki idaman lain. Dengan begitu jika masing-masing dari pihak istri maupun suami dapat mengendalikan nafsunya dan langsung menghubungi satu sama lain, maka insya Allah pernikahan akan langgeng. Allah Swt. pun telah mengingatkan di dalam firmanNya surat An-Nur ayat 30-31 agar baik laki-laki maupun wanita agar selalu menjaga pandangan dan kemaluannya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here