Nafisah: Sosok Guru Perempuan Imam Syafii

0
859

BincangSyariah.Com – Nafisah, sosok perempuan yang mulia dan shalihah ini merupakan putri dari amirul mukminin Hasan bin Zaid bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Dengan demikian, ia masih keturunan Rasulullah saw.

Ia lahir pada tahun 145 H. di Makkah. Ayahnya adalah seorang gubernur Madinah pada zaman Khalifah Al-Manshur, sehingga ia tumbuh dan berkembang di kota Nabi saw. tersebut. Namun, setelah itu ayahnya dipecat dan dipenjara selama setahun. Kemudian ayahnya bebas pada pemerintahan khalifah Al-Mahdi. Bahkan khalifah Al-Mahdi sangat memuliakan ayahnya, mengembalikan seluruh kekayaannya, serta memberangkatkan haji bersamanya.

Setelah Nafisah menikah dengan Ishaq bin Ja’far bin Muhammad As-Shadiq, ia pun pindah ke Mesir hingga wafatnya di bulan Ramadan, tahun 208 H.

Perempuan yang hafal Alquran ini pernah menjalankan ibadah haji sebanyak 30 kali. Ia juga dikenal sebagai perempuan yang ahli di bidang tafsir dan hadis, meskipun ia adalah seorang ummi (tidak dapat membaca dan menulis). Namun beliau banyak mendengar hadis, sehingga ia tergolong perempuan pengajar hadis. Bahkan seorang ulama hebat mujtahid mutlak pendiri mazhab Syafii, yakni Muhammad bin Idris As-Syafii pun pernah belajar kepada beliau. Dan saking dekatnya dengan muridnya tersebut, sampai ketika Imam Syafii meninggal dunia, jenazahnya dimasukkan ke rumah Nafisah, agar ia dapat mensalati jenazah muridnya itu. Berkat kealimannya tersebut pun akhirnya banyak ulama yang mengunjunginya untuk berguru kepadanya.

Demikianlah biografi singkat Nafisah, guru perempuan Imam Syafii. Meskipun ia tergolong ummi, tidak dapat membaca dan menulis, namun hal itu tidak menyurutkannya untuk mau mengikuti majilis-majlis ilmu hingga membuatnya alim khususnya di bidang tafsir dan hadis. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Tiga Portal Muslimah Terbaik untuk Belajar Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here