Moment Saat Nabi Bercanda dengan Istri-istrinya

0
1191

BincangSyariah.Com – Komunikasi yang baik dan intens antara suami dan istri menjadi kunci utama dalam membangun keharmonisan keluarga. Dengan komunikasi, suasana rumah tidak akan beku dan kosong. Namun, rumah itu akan dipenuhi dengan kegembiraan dan kasih sayang. Dan bercanda adalah salah satu bentuk komunikasi yang sangat mudah dilakukan.

Di dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi saw. pun suka bercanda di rumahnya untuk membangun komunikasi yang baik dengan istrinya.

قَالَتْ عَائِشَةُ: زَارَتْنَا سَوْدَةُ يَوْمًا فَجَلَسَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنِي وَبَيْنَهَا إِحْدَى رِجْلَيْهِ فِي حِجْرِي وَالْأُخْرَى فِي حِجْرِهَا، فَعَمِلْتُ لَهَا حَرِيرَةً أَوْ قَالَ: «خَزِيرَةً» فَقُلْتُ: كُلِي، فَأَبَتْ فَقُلْتُ: ” لَتَأْكُلِي، أَوْ لَأُلَطِّخَنَّ وَجْهَكِ، فَأَبَتْ، فَأَخَذْتُ مِنَ الْقَصْعَةِ شَيْئًا فَلَطَّخْتُ بِهِ وَجْهَهَا، فَرَفَعَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رِجْلَهُ مِنْ حِجْرِهَا تَسْتَقِيدُ مِنِّي، فَأَخَذَتْ مِنَ الْقَصْعَةِ شَيْئًا فَلَطَّخَتْ بِهِ وَجْهِي، وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضْحَكُ… (رواه النسائي)

Aisyah berkata, “Suatu hari Saudah mengunjungi kami, dan Rasulullah saw. duduk di antara diriku dan Saudah. Sedangkan satu kaki beliau berada di pangkuanku dan satunya berada di pangkuan Saudah.

Lalu aku membawakan untuknya makanan (yang terbuat dari bahan tepung dan air susu), “(Demi Allah), makanlah atau aku akan mengotori wajahmu.” Beliau lalu menolak dengan bersabda, “Aku tidak akan mencicipinya.”

Lalu, aku ambil makanan dari mangkuk yang besar dan kulumurkan ke wajah beliau. Nabi saw. tertawa. Lalu beliau mengangkat kaki beliau dari pangkuan Saudah, agar beliau bisa membalasku.

Beliau berkata kepada Saudah, “Kotorilah mukanya!” Lalu dia mengambil makanan dari mangkuk besar dan melumurkannya ke mukaku, dan Rasulullah saw. tertawa….” (H.R. An-Nasa’i).

Baca Juga :  Kisah Fatimah, Bibi Nabi Muhammad dan Ibunda Sahabat Ali

Sungguh, betapa harmonisnya kehidupan rumah tangga Rasulullah saw. tersebut. Rumah tangga yang damai dan penuh dengan canda dan suka cita. Sikap beliau tidak kaku, bahkan selalu memancing suasana agar menjadi hangat.

Dengan demikian, potret kehidupan Rasulullah saw. tersebut sangat patut diteladani oleh keluarga muslim. Yakni, bagi suami atau istri bisa melakukan hal-hal yang sederhana untuk mencairkan suasana rumah. Misalnya dengan saling bertukar cerita lucu yang pernah dialaminya, atau sekedar iseng-iseng menggoda pasangannya dengan mencubit mesra badannya,  menonton film komedi bersama, atau olahraga bersama di akhir pekan. Maka, insya Allah keluarga pun agak senantiasa utuh hingga maut memisahkan. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here