Ini Keutamaan Menikahi Orang Bertakwa Meski Tak Cinta

0
1246

BincangSyariah.Com – Salah satu kutipan Sujiwo Tejo yang berlalu lalang di twitter atau media sosial lainnya adalah “Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa saja, tapi tak dapat merencanakan cintamu untuk siapa”. Begitulah quote andalan anak zaman sekarang jika nyatanya tak dapat melangsungkan pernikahan dengan orang yang dicintainya. (Baca: Ini Lima Janji Allah untuk Orang Bertakwa)

Apakah yang menikah dengan orang yang tak saling mencintai adalah nasib terburuk dalam hidup seorang? Terkait menikahi orang bertakwa meski tak cinta, ini sebuah pertanyaan yang bisa dijawab dengan kisah Imam Hasan Al Bashry dalam kitab Nuzhatun-Nazhirin:

قال رجل للحسن: قد خطب إبنتي جماعة فممن أزواجها قال ممن يتقي الله فإنه إن أحبها اكرمها وإن ابعصها لم يظلمها وقال عليه الصلاة والسلام من زوج كريمته من فاسق فقد قطع رحمها

Seseorang bertanya kepada Imam Hasan Al-Bashry, “Putriku dilamar oleh beberapa orang. Kunikahkan dengan yang mana?” Jawabanya, “dengan yang bertakwa kepada Allah. Kalau ia mencintai putrimu, dimuliakannya. Seandainya (nanti) ia membencinya, ia tak menzaliminya (karena ia takut kepada Allah).

Fenomena menikah dengan orang yang sebelumnya tiada cinta bukanlah akhir dari segalanya, jika seseorang tersebut adalah orang yang berada dalam koridor ketaatan yang istiqamah. Mengapa demikian? Sebab ia mengerti mana yang…. selengkapnya silakan baca di BincangMuslimah.Com

Baca Juga :  Sakdiyah Ma’ruf : Menggelitik Budaya Patriarki dan Konservatisme Beragama Lewat Komedi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here