Mengerok Ibu Sampai Bagian Paha, Benarkah Tidak Boleh?

0
247

BincangSyariah.Com – Ketika ibu kita sedang sakit panas atau demam, umumnya dia sering minta kerok pada kita. Biasanya bagian tubuh yang dikerok hampir seluruh badan, termasuk bagian paha, punggung dan lainnya. Menurut penjelasan seorang ustadz, menyentuh dan mengerok bagian paha dan punggung mahram, termasuk ibu kita sendiri, hukumnya tidak boleh. Benarkah demikian?

Pada dasarnya, kita dilarang menyentuh bagian tubuh yang sensitif seperti paha, perut, punggung dan lainnya, meskipun terhadap orang-orang yang mahram bagi kita, misalnya ibu kita sendiri, anak perempuan kita, dan lainnya.

Namun larangan ini berlaku jika kita menyentuhnya karena tidak kebutuhan sama sekali atau timbul karena dorongan syahwat. Adapun jika karena ada kebutuhan atau timbul karena kasih sayang, bukan karena dorongan syahwat, maka hukumnya boleh. Boleh menyentuh bagian paha, punggung, dan bagian perut orang-orang yang mahram bagi kita jika ada kebutuhan atau timbul dari perasaan kasih sayang.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

مس ظهر أو ساق محرمة كأمه وبنته وعكسه لا يحل إلا لحاجة أو شفقة

Menyentuh punggung atau paha perempuan yang mahram, seperti ibu, anak perempuan, atau sebaliknya, tidak halal kecuali ada hajat atau timbul dari kasih sayang.

Oleh karena itu, mengerok bagian paha ibu karena dia sakit panas atau demam hukumnya boleh, tidak haram. Bahkan juga boleh mengerok bagian seluruh punggungnya. Ini disebabkan karena tersebut masuk pada kategori hajat yang diperbolehkan menyentuh bagian paha, punggung dan bagian perut mahram.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiah Al-Bujairimi ala Al-Khatib berikut;

وَقَدْ يَحْرُمُ مَسُّ مَا حَلَّ نَظَرُهُ مِنْ الْمَحْرَمِ كَبَطْنِهَا أَيْ مِنْ فَوْقِ السُّرَّةِ وَرِجْلِهَا وَتَقْبِيلُهَا بِلَا حَائِلٍ لِغَيْرِ حَاجَةٍ وَلَا شَفَقَةٍ…وقوله لِغَيْرِ حَاجَةٍ مِنْ الْحَاجَةِ مَا جَرَتْ بِهِ الْعَادَةُ مِنْ حَكِّ رِجْلِ الْمَحْرَمِ وَنَحْوُ الْحَكِّ كَغَسْلِهِمَا وَتَكْبِيسِ ظَهْرِهِ

Baca Juga :  Haruskah Posisi Imam Perempuan Berada Di Antara Saf Makmum?

Dan terkadang haram menyentuh bagian tubuh mahram yang halal dilihat, misalnya menyentuh bagian perut yang berada di atas pusar, menyentuh kakinya dan menciumnya tanpa penghalang tanpa ada kebutuhan dan kasih sayang. Perkataan ‘tanpa ada kebutuhan’ adalah kebutuhan yang biasa dilakukan, mulai menggosok kaki mahram, memandikannya, dan memijat punggungnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here