Mendiskusikan Hadis Wanita Banyak yang Menghuni Neraka

0
2207

BincangSyariah.Com – Suatu hari penulis mendengar seorang Ustadzah yang sedang menyampaikan ceramah, “Besok di hari kiamat, kalian para wanita, banyak yang akan menghuni neraka. Tetapi saya heran, kenapa kok wanita? Padahan setiap ada pengajian di kampung-kampung justru yang banyak hadir adalah kaum wanita, bapak-bapaknya tidak pada kelihatan”. Isi ceramah di atas memunculkan pertanyaan, benarkah kaum wanita kelak banyak yang akan menghuni neraka daripada laki-laki? Konsekwensinya, wanita jarang yang masuk surga?

Hadis yang menjadi landasan dari ceramah tersebut ternyata banyak diriwayatkan dalam hadis, menggunakan redaksi yang berbeda-beda, di antaranya adalah:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – «أُرِيتُ النَّارَ فَإِذا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ». قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ «يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ، وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ»

“Dari Ibnu Abbas berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita. Karena mereka sering mengingkari”. Ditanyakan: “Apakah mereka mengingkari Allah?” Beliau bersabda: “Mereka mengingkari pemberian suami, dan mengingkari kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu”. (HR. Bukhari)

عَنْ أَبِى التَّيَّاحِ قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفاً يُحَدِّثُ أَنَّهُ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ – قَالَ – فَجَاءَ إِلَى إِحْدَاهُمَا – قَالَ – فَجَعَلَتْ تَنْزِعُ بِهِ عِمَامَتَهُ وَقَالَتْ جِئْتَ مِنْ عِنْدِ امْرَأَتِكَ. قَالَ جِئْتُ مِنْ عِنْدِ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ فَحَدَّثَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- حَسِبَ أَنَّهُ قَالَ « إِنَّ أَقَلَّ سَاكِنِى الْجَنَّةِ النِّسَاءُ »

Baca Juga :  Siti Aisyah yang Maskulin

Dari Abi Tayyah, berkata: Aku mendengar Mutharrif bercerita bahwa dia memiliki dua orang istri, lalu dia datang menemui salah satu istrinya. Istrinya lalu melepas ‘imamah (sorban) Mutharrif sambil bertanya, “Apakah engkau baru mendatangi rumah istrimu (yang lain)?” Dia menjawab, “Aku baru mendatangi rumah Imran bin Hushain, kemudian dia membacakan hadis dari Nabi SAW. Hushain mengira Nabi bersabda, “Sesungguhnya paling sedikitnya penghuni surga adalah wanita.” (HR. Ahmad)

Dua hadis di atas menjelaskan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita dan sedikit wanita yang masuk surga. Dalam hadis juga dijelaskan alasan kenapa wanita banyak yang terjerumus ke sana, yaitu karena wanita sering mengingkari kebaikan suami. Seandainya suami banyak memberikan kebaikan kepada istrinya, maka kebaikan itu dengan mudah dilupakan saat suami melakukan kesahan terhadap dirinya, seolah-olah suaminya tidak pernah melakukan kebaikan sama sekali.

Selain alasan di atas, alasan lain dijelaskan oleh Shiddiq bin Hasan al-Qanuji dalam kitab Yaqzhatu Ulil I’tibar yaitu karena wanita sering mengikuti kesenangan nafsu dan cenderung dengan kemewahan duniawi sehingga hati mereka tidak jernih memandang akhirat yang membuat mereka lemah untuk melakukan amal-amal akhirat dan tertipu dengan sesuatu yang bisa menjauhkan mereka dari agama. Wanita juga banyak yang tidak tabah dalam menghadapi musibah, sering melaknat dan senang menunda-nunda kebaikan.

Akan tetapi, jika kita teliti lebih jauh, ternyata ada juga hadis yang menjelaskan bahwa kebanyakan penduduk surga adalah wanita. Imam Suyuthi dalam Jami’ al-Ahadits meriwayatkan sabda Nabi dari Hathib bin Abi Balta’ah dari ayahnya dari kakeknya:

يُزَوِّجُ الْمُؤْمِنُ فِى الْجَنَّةِ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ زَوْجَةً سَبْعِيْنَ مِنْ نِسَاءِ الْجَنَّةِ وَثِنْتَيْنِ مِنْ نِسَاءِ الدُّنْيَا

Baca Juga :  Renungan untuk Lelaki Sebelum Menikah

Seorang mukmin dalam surga akan menikah dengan tujuh puluh dua istri, yang tujuh puluh dari wanita-wanita surga dan yang dua dari wanita-wanita dunia.

عَنْ أَبِى أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  مَا مِنْ أَحَدٍ يُدْخِلُهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ إِلاَّ زَوَّجَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً ثِنْتَيْنِ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَسَبْعِينَ مِنْ مِيرَاثِهِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ مَا مِنْهُنَّ وَاحِدَةٌ إِلاَّ وَلَهَا قُبُلٌ شَهِىٌّ وَلَهُ ذَكَرٌ لاَ يَنْثَنِى

Dari Abu Umamah, Nabi SAW bersabda, “Tiada seorang yang dimasukkan surga kecuali Allah Azza wa Jalla menikahkannya dengan tujuh puluh dua istri, yang dua dari bidadari dan yang tujuh puluh diwaris dari istri-istri penduduk neraka. Tiada dari mereka itu kecuali memiliki qubul (kemaluan wanita) yang menarik hati, dan dzakar (kemaluan pria) yang selalu ereksi. (HR. Ibnu Majah)

Bahkan Imam Suyuthi meriwayatkan dari Abdillah bin Abi Aufa yang menyebutkan, pria dalam surga akan menikah dengan empat ribu perawan, delapan ribu janda dan seratus bidadadi.

Dari beberapa hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah wanita dalam surga lebih banyak dari pada laki-laki, minimal satu orang laki-laki akan dinikahkan dengan dua wanita penduduk bumi, ada yang mendapatkan tujuh puluh, sampai ribuan wanita.

Keseluruhan uraian di atas menunjukkan adanya pertentangan, Kelompok hadis pertama menjelaskan bahwa penduduk neraka lebih didominasi kaum wanita, kelompok hadis kedua justru menjelaskan bahwa penduduk surga didominasi oleh kaum wanita. (Baca: Mengapa Lelaki Disiapkan Bidadari Sedangkan Perempuan Tidak Disiapkan Bidadara?)

Maka pertentangan itu dapat dijelaskan titik temunya dengan cara mendudukkan dua kelompok hadis tersebut pada kondisi masing-masing. Kelompok hadis pertama menjelaskan kondisi pertama para wanita ketika baru menjalani proses akhirat, setelah dihisab dan ditimbang amalnya, banyak dari mereka yang masuk dalam neraka. Sementara kelompok hadis kedua diarahkan pada pengertian, setelah para wanita banyak yang mendapatkan syafa’at maka mereka banyak yang dikeluarkan dari neraka, dan akhirnya menjadi penghuni mayorits dalam surga.

Baca Juga :  Ratu Kalinyamat; Ratu Jepara Pemimpin Armada Laut Terbesar di Zamannya

Pesan dari hadis di atas paling tidak adalah agar para wanita selalu berhati-hati supaya tidak terjerumus ke dalam neraka, dengan selalu menghormati suami, bersyukur atas semua yang diberikan suami, tabah dalam menghadapi masalah rumah tangga, dan selalu istiqamah di atas petunjuk agama Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here