Hukum Menceraikan Istri Saat Sedang Nifas

2
97

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, meski talak atau menceraikan istri hukumnya boleh, namun hal itu tidak boleh dilakukan dengan serampangan. Ada kondisi tertentu seorang suami dilarang dan haram menceraikan istrinya, seperti istri dalam keadaan haid. Begitu juga dilarang dan haram menceraikan istri ketika ia sedang nifas.

Menurut kebanyakan ulama, menceraikan istri dalam keadaan sedang nifas, hukumnya adalah haram. Suami haram menceraikan istrinya saat sedang nifas. Oleh karena itu, jika suami menjatuhkan talak kepada istrinya yang sedang nifas, maka ia berdosa. (Baca: Istri Haid, Bolehkah Menceraikannya?)

Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

فإذا أوقع الزوج الطلاق في حال الحيض أو النفاس، أو في طهر جامعها فيه، كان الطلاق عند الجمهور حراماَ شرعاً وعند الحنفية مكروهاً تحريمياً، وهو المسمى طلاقاً بدعيا   واقتصر المالكية على القول بتحريم الطلاق في الحيض اوالنفاس ويكره في غيرهما

Jika seorang suami menjatuhkan talak kepada istrinya yang sedang dalam keadaan haid, nifas, atau suci tetapi ia telah menyetubuhinya, maka menurut kebanyakan ulama talaknya haram secara syariat. Menurut ulama Hanafiyah hukumnya adalah makruh tahrim, dan ini yang disebut sebagai talak bid’ah. Ulama Malikiyah hanya mencukupkan keharaman talak pada saat istri dalam keadaan haid dan nifas saja, sementara selain dua keadaan tersebut dihukumi makruh.

Meski haram mentalak istri ketika dalam keadaan sedang nifas, namun menurut kebanyakan ulama, talaknya tersebut sah. Sementara menurut Ibnu Taimiyah, Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah, ulama Dzahiriyah dan ulama Syiah Imamiyah, menceraikan istri ketika dalam keadaan nifas hukumnya haram sekaligus talaknya tidak sah.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

Baca Juga :  Ini Hikmah Perintah Menutup Aurat dan Memakai Jilbab Menurut Ilmu Medis

يقع الطلاق باتفاق المذاهب الاربعة في حال الحيض او في حال الطهر الذي جامع الرجل امراته فيه….وقال الشيعة الامامية والظاهرة وابن تيمية وابن القيم: يحرم الطلاق في اثناء الحيض والنفاس او في طهر وطئ الرجل زوجته فيه ولا ينفذ هذا الطلاق البدعي

Talak jatuh dengan kesepakatan ulama empat madzhab ketika istri sedang haid, atau dalam keadaan suci tetapi suami telah menyetubuhinya. Ulama Syiah Imamiyah, ulama Dzahiriyah, Ibnu Taimiyah, dan Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa haram talak saat haid, nifas dan suci namun suaminya telah menyetubuhinya, dan talak semacam ini (talak bid’i) tidak jatuh talak.

2 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Dari berbagai kasus perceraian antara suami dan istri, banyak di antaranya karena diajukan dan permintaan dari istri. Terdapat banyak alasan seorang istri meminta dan mengajukan cerai kepada suami, di antaranya adalah karena suami tidak bertanggung jawab, tidak saling cinta, dan ada juga karena tidak bahagia. Bagaimana hukum istri minta cerai kepada suaminya dengan alasan tidak bahagia, apakah boleh? (Baca: Hukum Menceraikan Istri Saat Sedang Nifas) […]

  2. […] BincangSyariah.Com – Dari berbagai kasus perceraian antara suami dan istri, banyak di antaranya karena diajukan dan permintaan dari istri. Terdapat banyak alasan seorang istri meminta dan mengajukan cerai kepada suami, di antaranya adalah karena suami tidak bertanggung jawab, tidak saling cinta, dan ada juga karena tidak bahagia. Bagaimana hukum istri minta cerai kepada suaminya dengan alasan tidak bahagia, apakah boleh? (Baca: Hukum Menceraikan Istri Saat Sedang Nifas) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here