Hukum Memakai Henna bagi Perempuan Saat Menikah

0
832

BincangSyariah.Com – Ketika hendak menikah, di antara hal yang dilakukan oleh perempuan untuk mempercantik dan menghias diri adalah melukis tangan dan kakinya dengan memakai henna atau biasa disebut juga sebagai pacar kuku. Sebenarnya, bagaimana hukum memakai henna bagi perempuan saat menikah?

Dalam Islam, ketika perempuan hendak menikah, maka dia dianjurkan untuk melukis tangan dan kukunya dengan henna atau cat kuku lainnya. Mempercantik tangan dan kuku merupakan perhiasan perempuan sehingga hal itu dianjurkan, terutama saat menikah atau sesudah menikah jika mendapatkan izin dari suami. (Baca: Masih Pakai Henna, Apakah Boleh Langsung Shalat?)

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Asnal Mathalib berikut;

وفي بَاقِي الْأَحْوَالِ أَيْ في غَيْرِ الْإِحْرَامِ يُسْتَحَبُّ لِلْمُزَوَّجَةِ لِأَنَّهُ زِينَةٌ وَهِيَ مَطْلُوبَةٌ منها لِزَوْجِهَا كُلَّ وَقْتٍ

Adapun dalam kondisi lain selain ihram, maka dianjurkan memakai hinna bagi perempuan yang menikah. Memakai hinna dianjurkan bagi perempuan guna mempercantik diri untuk suaminya setiap waktu.

Anjuran memakai henna bagi perempuan bukan hanya saat menikah, namun dalam setiap waktu. Hal ini karena Rasulullah Saw pernah menyuruh perempuan untuk berhenna di hari-hari biasa agar menjadi pembeda antara jari laki-laki dan perempuan. Hal ini sebagaimana diriwayatkan Imam Nasai, dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

أَنَّ امْرَأَةً، مَدَّتْ يَدَهَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكِتَابٍ فَقَبَضَ يَدَهُ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَدَدْتُ يَدِي إِلَيْكَ بِكِتَابٍ فَلَمْ تَأْخُذْهُ، فَقَالَ: إِنِّي لَمْ أَدْرِ أَيَدُ امْرَأَةٍ هِيَ أَوْ رَجُلٍ قَالَتْ: بَلْ يَدُ امْرَأَةٍ، قَالَ: لَوْ كُنْتِ امْرَأَةً لَغَيَّرْتِ أَظْفَارَكِ بِالْحِنَّاءِ

Seorang perempuan mengulurkan tangannya kepada Nabi Saw dengan sebuah kitab, perempuan itu memegang tangan beliau seraya berkata; Wahai Rasulullah, aku ulurkan tanganku dengan sebuah kitab namun engkau tidak mengambilnya? Beliau bersabda; Aku tidak tahu, apakah itu tangan seorang perempuan atau tangan laki-laki.” Perempuan itu berkata, “Ini tangan seorang perempuan.” Beliau bersabda; Sekiranya kamu seorang perempuan, hendaklah kamu warnai kukumu dengan pacar (inai).

Baca Juga :  Menikah Sempurnakan Separuh Agama Seseorang, Bagaimanakah Maksudnya?

Juga berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad, Nabi Saw pernah berpesan kepada seorang perempuan dengan bersabda;

اخْتَضِبِي، تَتْرُكُ إِحْدَاكُنَّ الْخِضَابَ حَتَّى تَكُونَ يَدُهَا كَيَدِ الرَّجُلِ

Pakailah pacar, di antara kalian ada yang tidak memakai pacar sehingga tanganya seperti tangan laki-laki.

Berdasarkan keterangan di atas, maka memakai henna bagi perempuan sangat dianjurkan terutama bagi yang sudah bersuami atau saat menikah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here