Melahirkan Caesar, Apakah Mewajibkan Mandi Wajib Atau Cukup Tayamum?

0
12

BincangSyariah.Com – Salah satu hal yang mewajibkan mandi adalah melahirkan. Peroses melahirkan mewajibkan mandi karena pada dasarnya bayi merupakan kumpulan sperma yang telah berubah dan berproses di dalam rahim seorang ibu. Akan tetapi, bagaimana dengan melahirkan caesar? Apakah melahirkan caesar juga mewajibkan mandi besar? Untuk menjawabnya mari simak ulasan berikut ini.

Pendapat Mengenai Kewajiban Mandi Junub Meski Melahirkan Caesar

Dalam literatur kitab klasik terdapat beragam pendapat dari kalangan mazhab Syafi’i. Menurut pendapat ini, melahirkan caesar itu tetap mewajibkan mandi. Pendapat ini terdapat dalam kitab Hasyiatul bajuri juz I, halaman 74 berikut,

ولو ولدت من غير الطريق المعتاد فالذي يظهر وجوب الغسل أخذا مما بحثه الرملي فيما لو قال إن ولدت فأنت طالق فولدت من غير طريقه المعتاد

Artinya:

Jika seorang wanita melahirkan melalui jalan yang bukan biasanya, maka yang jelas ia tetap wajib mandi, dengan mengambil pijakan kajian Syekh ar-Ramli dalam kasus ketika suami berkata kepada istri ‘Jika kamu melahirkan maka kamu tertalak’ lalu istri melahirkan melalui jalan yang bukan biasanya.

Pendapat yang Mencukupkan Tayamum

Sebagian ulama berpendapat tidak wajib mandi apabila melahirkan bukan melalui rahim, seperti operasi caesar. Mereka beralasan bahwa bayi merupakan sekumpulan sperma yang berproses. Sehingga, apabila lahir dari jalan yang tidak biasa maka tidak mewajibkan mandi. Pendapat ini terdapat dalam kitab Hawasyi al-Sarwani wa al-Ubady juz 1 halaman 259 berikut,

وقال بعضهم قد يتجه عدم الوجوب لان علته أن الولد مني منعقد ولا عبرة بخروجه من غير طريقه المعتاد مع انفتاح الاصلي

Artinya:

Sebagian ulama berpendapat bahwa kadang bisa dibuat pegangan pendapat tidak mewajibkan mandi karena bayi merupakan mani yang berproses sehingga, tidak dianggap dengan keluarnya bayi melalui jalan yang bukan biasanya disamping masih berfungsinya anggota yang asli.

Imam al-Nawawi mengutip pendapat Sahabat Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki luka yang tidak memungkinkan untuk melakukan mandi, cukup tayamum saja. Hal ini sebagaimana tertuang dalam kitab al-Majmu Syarh al-Muhadzdzab juz 2 halaman 282 berikut,

قال ابن عباس رضي الله عنهما إذا كانت بالرجل جراحة في سبيل الله عز وجل أو قروح أو جدري فيجنب فيخاف أن يغتسل فيموت فانه يتيمم بالصعيد

Artinya:

Ibnu Abbas ra. berkata ‘Apabila seseorang memiliki luka lantaran jihad fi sabilillah, bisul ataupun penyakit cacar lalu junub kemudian khawatir untuk melakukan  mandi yang menyebabkan dia mati misalnya maka cukup melakukan tayamum saja.

Pendapat Ibnu Abbas ini sesuai dengan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah,

 عن جابر قال خرجنا في سفر فأصاب رجلاً منا حجر فشجه في رأسه، ثم احتلم، فسأل أصحابه فقال: هل تجدون لي رخصة في التيمم؟ فقالوا: ما نجد لك رخصة وأنت تقدر على الماء، فاغتسل فمات، فلما قدمنا على النبي صلى الله عليه وسلم أخبر بذلك فقال: قتلوه! قتلهم الله، ألا سألوا إذ لم يعلموا؛ فإنما شفاء العي السؤال؟ إنما كان يكفيه أن يتيمم ويعصر أو يعصب -شك موسى – على جرحه خرقة، ثم يمسح عليها

Artinya:

Dari Sahabat Jabir berkata, “Kami pernah bepergian, kemudian salah seorang dari kami terkena batu sehingga kepalanya terluka. Kemudian ia bermimpi basah dan bertanya kepada sahabatnya, “apakah padaku ada keringanan untuk bertayamum?”

Maka sahabatnya mengatakan, “Kami tidak menemukan keringanan untukmu sedang kamu mampu menggunakan air,” sehingga ia pun mandi, kemudian mati.

Maka ketika kembali dan menemui Rasullah kami pun menceritakan hal tersebut, dan beliau bersabda, “Mereka telah membunuhnya dan semoga Allah membunuh mereka. Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengetahui? Karena obat tadi tidak tahu adalah bertanya. Padahal cukup baginya hanya dengan bertayamum dan menutup lukanya dengan kain kemudian mengusapnya.” (HR. Abu Daud)

Syekh Abdul Muhsin al-Ubbad mengatakan bahwa maksud dari hadis di atas adalah bolehnya melakukan tayamum ketika seseorang memiliki luka dan kahawatir timbulnya bahaya ketika menggunakan air. Hal ini sebagaimana terdapat dalam kitab Syarah Sunan Abi Daud halaman 2,

أورد أبو داود رحمه الله هذه الترجمة باب: في المجروح يتيمم. يعني: الذي أصابه جرح ويلحقه ضرر باستعمال الماء فإنه يتيمم،

Artinya:

Imam Abu daud Rahimahullahu  mendatangkan hadis ini dalam bab kebolehan bertayammum bagi yang memiliki luka. Dengan demikian, orang yang terkena luka dan takut terkena air maka dia cukup melakukan tayammum saja

Dari penjelasan di atas kita dapat memahami bahwa wanita yang melahirkan melalui operasi caesar menurut pendapat yang dijadikan pegangan adalah tidak perlu melakukan mandi besar.  Wanita tersebut cukup melakukan tayamum saja sebagai pengganti mandi wajib.

Demikian. Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here