Masa Iddah Bagi Wanita Menopause

0
4800

BincangSyariah.Com – Masa iddah adalah istilah yang diambil dari bahasa Arab dari kata al-‘iddah yang bermakna ‘perhitungan’. Dinamakan demikian karena seorang menghitung masa suci atau bulan secara umum dalam menentukan selesainya masa idah.

Menurut istilah para ulama, masa iddah ialah sebutan atau nama suatu masa di mana seorang wanita menanti atau menangguhkan perkawinan setelah ia ditinggalkan mati oleh suaminya atau setelah diceraikan baik dengan menunggu kelahiran bayinya, atau berakhirnya beberapa quru’ (tiga kali suci, tiga kali haid menurut mazhab Syafi’i), atau berakhirnya beberapa bulan yang sudah ditentukan.

Ada yang menyatakan, masa iddah adalah istilah untuk masa tunggu seorang wanita untuk memastikan bahwa dia tidak hamil atau karena ta’abbud atau untuk menghilangkan rasa sedih atas sang suami.

Selain pengertian tersebut di atas, banyak lagi pengertian-pengertian lain yang diberikan para ulama, namun pada prinsipnya pengertian tersebut hampir bersamaan maksudnya yaitu diterjemahkan dengan masa tunggu bagi seorang perempuan untuk bisa rujuk lagi dengan bekas suaminya atau batasan untuk boleh nikah lagi.

Masa iddah sebenarnya sudah dikenal dimasa Jahiliyah. Ketika Islam datang, masalah ini tetap diakui dan dipertahankan. Oleh karena itu para ulama sepakat bahwa idah itu wajib, berdasarkan Alquran dan sunah.

Allah Swt. berfirman dalam surah al-Baqarah [2]: 228,

وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ

Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’.”

Kemudian hadis dari Nabi saw:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ أَسْلَمَ يُقَالُ لَهَا سُبَيْعَةُ كَانَتْ تَحْتَ زَوْجِهَا تُوُفِّيَ عَنْهَا وَهِيَ حُبْلَى فَخَطَبَهَا أَبُو السَّنَابِلِ بْنُ بَعْكَكٍ فَأَبَتْ أَنْ تَنْكِحَهُ فَقَالَ وَاللَّهِ مَا يَصْلُحُ أَنْ تَنْكِحِيهِ حَتَّى تَعْتَدِّي آخِرَ الْأَجَلَيْنِ فَمَكُثَتْ قَرِيبًا مِنْ عَشْرِ لَيَالٍ ثُمَّ جَاءَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ انْكِحِي

Dari Ummu Salamah istri Nabi saw bahwa seorang wanita dari Aslam bernama Subaiah ditinggal mati oleh suaminya dalam keadaan hamil. Lalu Abu Sanabil bin Ba’kak melamarnya, namun ia menolak menikah dengannya. Ada yang berkata,Demi Allah, dia tidak boleh menikah dengannya hingga menjalani masa idah yang paling panjang dari dua masa idah. Setelah sepuluh malam berlalu, ia mendatangi Nabi saw dan Nabi bersabda, “menikahlah”.” (HR al-Bukhari)

Masa iddah diwajibkan pada semua wanita yang berpisah dari suaminya dengan sebab talak, khulu’ (gugat cerai), fasakh (penggagalan akad pernikahan) atau ditinggal mati. Dengan syarat sang suami telah melakukan hubungan suami istri dengannya atau telah diberikan kesempatan dan kemampuan yang cukup untuk melakukannya. Berdasarkan ini, berarti wanita yang dicerai atau ditinggal mati oleh suaminya sebelum digauli atau belum ada kesempatan untuk itu, maka dia tidak memiliki masa idah. Allah Swt berfirman dalam surah al-Ahzab ayat 49:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan-perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka idah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya.” (QS al-Ahzab:49)

Berdasarkan keterangan di atas dan berdasarkan penyebab perpisahannya,begitu banyaknya sebab terjadi masa idah terhadap istri. Maka dalam tulisan yang sederhana ini hanya menyinggung persoalan idah bagi wanita yang menopause (tidak haid lagi). Kebanyakan ini terjadi kepada wanita yang telah lanjut usia.

Baca Juga :  Nadia Murad Bekas Budak Seks ISIS Dapat Penghargaan Nobel Perdamaian

Bagi wanita yang menopause, masa idahnya adalah tiga bulan, seperti dijelaskan Allah Swt dalam firman-Nya:

وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ

Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu, jika kamu ragu-ragu (tentang masa idahnya), maka masa idah mereka adalah tiga bulan, dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid.” (QS at-Thalaq:4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here