Lupa Doa Sebelum Berhubungan Intim, Apa yang Harus Dilakukan?

0
2470

BincangSyariah.Com – Berdoa dalam memulai melakukan perbuatan baik sangat dianjurkan dalam Islam, termasuk dalam berhubungan intim suami dan istri. (Baca: Doa-doa Hubungan Intim Suami Istri). Namun demikian, bagaimana jika pasangan suami istri tersebut lupa berdoa sebelum melakukan hubungan intim?

Ulama mazhab Syafi’i menganggap makruh membaca doa di tengah-tengah hubungan intim sedang berlangsung sebagaimana dijelaskan dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri:

بخلاف الجماع، فإنه إن تركها في أوله لا يأتي بها في أثنائه لأنه يكره الكلام في أثنائه إلا لحاجة لحديث أبي هريرة: «إذَا جَامَعَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَنْظُرْ إلَى الْفَرْجِ فَإِنَّهُ يُورِثُ الْعَمَى وَلَا يُكْثِرْ الْكَلَامَ فَإِنَّهُ يُورِثُ الْخَرَسَ»

Artinya: Berbeda dengan hubungan intim, kalau lupa membaca basmalah (doa) saat memulai hubungan intim, maka ia tidak perlu membacanya di tengah-tengah hubungan intim sedang berlangsung kecuali karena kebutuhan. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah, “Ketika kalian berhubungan intim, maka diusahakan jangan sampai melihat kemaluan pasangan, karena hal tersebut dapat menyebabkan buta, dan jangan banyak bicara, karena dapat menyebabkan tuli.”

Siapakah yang akan menjadi buta atau tuli jika berhubungan intim sambil banyak bicara? Penulis kitab Raddul Mukhtar ‘ala ad-Durril Mukhtar, Syekh Ibn ‘Abidin yang bermazhab Hanafi, mengutip sebuah pendapat yang menyatakan bahwa yang tuli itu calon anak.

Namun demikian, perlu dicatat, kemakruhan berdoa di tengah-tengah berlangsungnya hubungan intim itu apabila diucapkan. Hal ini berbeda ketika membaca doa hanya dalam hati saja, maka hal itu diperbolehkan. Apalagi pembicaraan yang dilakukan pasangan tersebut berkaitan dengan masalah ranjang, seperti rayuan dan lain sebagainya.

Berbicara berkaitan dengan merayu, memuji, dan membuat pasangan bergairah itu justru dianjurkan, sebagaimana disebutkan oleh Syekh Utsaimin dalam kitab syarh al-Mumti’ ‘ala Zadil Mustaqni’ berikut:

Baca Juga :  Istri Sakit, Apakah Boleh Menolak Ajakan Berhubungan Intim Suami?

لكن الكلام اليسير الذي يزيد في ثوران الشهوة لا بأس به، وقد يكون من الأمور المطلوبة

Artinya: Akan tetapi, berbicara ala kadarnya yang membuat menggairahkan nafsu (pasangan) itu tidak masalah, dan terkadang ini justru termasuk yang dianjurkan.

Oleh karena itu, apabila belum berdoa saat memulai hubungan intim, dan baru ingat di tengah-tengah berlangsungnya hubungan intim, maka tetap dianjurkan berdoa, namun cukup di dalam hati. Adapun terkait larangan banyak berbicara saat hubungan intim itu makruh apabila isi pembicaraan tersebut tidak ada kaitannya dengan hubungan intim, misalnya sambil melakukan hubungan intim tapi membahas masalah bisnis. Hal ini berbeda dengan pembicaraan yang berkaitan dengan hubungan intim, seperti merayu pasangan, itu sangat dianjurkan. Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here