Berapa Lama Iddah Perempuan yang Haidnya Berhenti Karena Suntik KB?

0
97

BincangSyariah.Com – Pernah suatu ketika penulis ditanya mengenai kasus seorang perempuan yang sedang menjalani iddah talak raj’i namun darah haidnya terhenti hingga beberapa bulan karena sebab suntik KB. Apakah dia tetap harus menjalani masa iddah dengan keluarnya haid atau menjalani masa iddah tiga bulan sebagaimana iddah perempuan yang belum haid atau monopause?

Seorang perempuan yang menjalani masa iddah talak raj’i namun haidnya terhenti sebab suntik KB, atau sebab lainnya seperti sakit, maka menurut kebanyakan para ulama, dia tetap harus menjalani masa iddah dengan bil aqro’ atau tiga kali sucian sampai dia haid kembali, atau jika telah divonis oleh dokter tidak akan haid kembali, maka dia harus menunggu sampai usia monopause kemudian ditambah menjalani masa iddah tiga bulan.

Misalnya, Maisaroh menjalani masa iddah talak raj’i sudah dua kali sucian, kemudian dia lama tidak haid lagi sampai dua belas bulan, misalnya, karena sebab suntik KB, maka dia tetap harus menjalani masa iddah dengan tiga kali sucian. Masa iddahnya dianggap selesai jika dia haid lagi, kemudian menjalani masa suci yang ketiga.

Atau dia oleh dokter divonis tidak akan haid lagi, maka dia harus menunggu usia monopause, yaitu umur 62 tahun, kemudian setelah itu dia menambah menjalani masa iddah tiga bulan. Masa iddahnya dianggap selesai setelah dia mencapai usia monopause dan kemudian menambah tiga bulan masa iddah.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Nihayatul Muhtaj berikut;

ومن انقطع دمها لعلة  تعرف كرضاع ومرض وإن لم يرج برؤه كما شمله إطلاقهم خلافا لما اعتمده الزركشي تصبر حتى تحيض فتعتد بالأقراء أوحتى تيأس فتعتد بالأشهروإن طالت المدة وطال ضررها بالانتظار

Baca Juga :  Selesai Haid Tapi Belum Mandi Wajib, Bolehkah Berhubungan Intim dengan Suami? Ini Pendapat Empat Madzhab

Seorang perempuan yang haidnya terhenti karena sebab penyakit yang diketahui seperti menyusui, atau sakit, meskipun tidak bisa diharapkan sembuh, sebagaimana kemutlakan perkataan ulama dan berbeda dengan perndapat Imam Al-Zarkasyi, maka dia harus sabar menjalani iddah sampai dia haid kembali dengan aqro atau tiga kali sucian (atau tiga kali haid), atau sampai dia monopause kemudian menjalani masa iddah dengan masa tiga bulan, meskipun waktunya lama dan dia merasa berat dengan lamanya menunggu.

Sementara menurut Imam Al-Zarkasyi, perempuan yang tidak bisa diharapkan haid lagi, baik karena sakit atau sebab suntik KB, maka dia cukup menjalani masa iddah selama tiga bulan, karena dia disamakan dengan perempuan yang sudah monopause. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Nihayatul Muhtaj;

قوله : خلافا لما اعتمده الزركشي ) لعله يقول إن عدتها ثلاثة أشهر إلحاقا لها بالآيسة

Perkataan mushannif ‘berbeda dengan pendapat Imam Al-Zarkasyi’, mungkin dia berpendapat; Sesungguhnya masa iddahnya adalah tiga bulan karena disamakan dengan perempuan monopause.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here