BincangSyariah.Com – Secara umum, salat wajib lima waktu dibagi dua; sirriyah dan jahriyah. Sirriyah adalah salat yang mana bacaan Alfatihah dan surah Alquaran pada setiap rakaatnya dibaca pelan. Sedangkan jahriyah adalah salat yang mana bacaan Alfatihah dan surah Alquran pada sebagian atau keseluruhan rakaatnya dibaca keras.

Salat yang dilakukan pada siang hari, yaitu salat duhur dan asar, disebut sirriyah. Karena itu, Alfatihah dan surah Alquran dibaca pelan dalam setiap rakaatnya. Sedangkan salat yang dilakukan pada malam hari, yaitu salat maghrib, isya dan subuh, disebut jahriyah. Karena itu, pada dua rakaat pertama salat subuh, maghrib dan isya, dianjurkan membaca keras Alfatihah dan surah Alquran.

Bagi seseorang yang salat sendirian atau menjadi imam, disunahkan untuk mengeraskan bacaan Alfatihah dan surah Alquran pada kedua rakaat pertama salat subuh, maghrib dan isya. Sedangkan bagi makmum, disunahkan membaca Alfatihah dengan suara pelan. Dalam kitab Almajmu, imam Nawawi mengatakan;

المنفرد كالإمام في الحاجة إلى الجهر للتدبر، فسنَّ له الجهر كالإمام وأولى؛ لأنه أكثر تدبرًا لقراءته

“Orang yang salat sendirian seperti imam dalam hal kebutuhan mengeraskan suara untuk tadabbur (merenungi ayat yang dibaca), maka disunahkan baginya untuk mengeraskan bacaan surah seperti imam, bahkan lebih berhak, dikarenakan dia lebih bisa merenungi terhadap apa yang dibaca.”

Apakah wanita juga dianjurkan mengeraskan suara pada saat membaca Alfatihah dan surah Alquran ketika salat sendirian atau menjadi imam?

Bagi wanita yang salat sendirian atau menjadi imam bagi makmum wanita yang lain, juga dianjurkan mengeraskan bacaan Alfatihah dan surah Alquran pada kedua rakaat pertama salat subuh, maghrib dan isya tapi dengan syarat harus jauh dari jangkaun laki-laki yang bukan mahramnya. Adapun jika berada didekat laki-laki yang bukan mahramnya, maka dianjurkan membaca dengan suara pelan, baik salat sendirian atau menjadi imam.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Shahih Shifatu Shalatin Nabi Saw. berikut;

Baca Juga :  Bolehkah Menolak Perjodohan Orangtua?

واما المرأة فأن كانت تصلي خالية أو بحضرة نساء اورجال محارم جهرت بالقراءة سواء صلت بنسوة او منفردة وان صلت بحضرة اجنبي اسرت

“Adapun wanita, jika salat ditempat sepi, dihadapan wanita lain atau laki-laki yang mahram, maka boleh mengeraskan bacaan, baik salat berjemaah dengan wanita lain atau sedirian. Namun jika salat dihadapan laki-laki lain yang bukan mahramnya, maka hendaknya membaca dengan pelan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here