Hukum Perempuan Melakukan Jual Beli pada Waktu Shalat Jumat

2
1448

BincangSyariah.Com – Di hari Jumat, terdapat waktu tertentu yang dilarang untuk melakukan jual beli. Yaitu sejak adzan kedua dikumandangkan hingga shalat Jumat selesai dilaksanakan. Apakah larangan melakukan jual beli tersebut juga berlaku bagi  perempuan? (Baca: Benarkah Seorang Perempuan Tidak Boleh Salat Zuhur Hingga Jumatan Selesai?)

Sebelum menjawab pertanyaan ini, sebelumnya perlu diketahui bahwa ada dua pendapat ulama terkait waktu larangan melakukan jual beli di hari Jumat. Menurut Imam Al-Dhahhak, Hasan Al-Bashari dan Atho’, larangan melakukan jual beli di hari Jumat dimulai sejak matahari tergelincir (awal masuk shalat Jumat) dan berakhir pada saat shalat Jumat selesai dilaksanakan.

Sementara menurut Imam Syafii, larangan melakukan jual beli di hari Jumat dimulai sejak adzan sebelum khutbah (adzan kedua) dikumandangkan dan berakhir hingga waktu shalat Jumat dilaksanakan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tafsir al-Qurthubi berikut;

وفي وقت التحريم قولان ؛الأول : أنه من بعد الزوال إلى الفراغ من الصلاة ، قاله الضحاك ، والحسن والعطاءالثاني : من وقت أذان الخطبة إلى وقت الصلاة ، قاله الشافعي

Terkait waktu keharaman jual beli, ada dua pendapat. Pertama, dimulai sejak matahari tergelincir sampai shalat Jumat selesai dilaksanakan. Ini adalah pendapat al-Dhahhak, Hasan dan Atha’. Kedua, dimulai sejak azan khutbah sampai waktu shalat. Ini adalah pendapat Imam Syafii.

Larangan melakukan jual beli ini hanya berlaku bagi orang-orang yang wajib melakukan shalat Jumat. Sementara orang-orang yang tidak wajib melakukan shalat Jumat, seperti budak, perempuan, anak kecil, dan orang sakit, maka mereka boleh melakukan jual beli.

Bahkan menurut Imam Syafii, jika ada dua orang laki-laki dewasa melakukan jual beli di waktu shalat Jumat namun keduanya tidak wajib melakukan shalat Jumat, maka hal itu hukumnya boleh, tidak diharamkan dan tidak pula dimakruhkan.

Baca Juga :  Hukum Perempuan Pergi ke Masjid untuk Tarawih

Hal ini sebagaiman disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

قال الشافعي في الأم والأصحاب إذا تبايع رجلان ليسا من أهل فرض الجمعة لم يحرم بحال ولم يكره

Imam Syafii dalam kitab Al-Umm dan ulama Syafiiyah berkata; Jika ada dua orang laki-laki melakukan jual beli namun keduanya bukan bagian dari orang yang wajib melakukan shalat Jumat, maka hal itu tidak haram sama sekali dan tidak makruh.

Dengan demikian, perempuan, anak kecil, budak, orang sakit, dan orang yang tidak wajib melakukan shalat Jumat boleh melakukan jual beli pada waktu shalat. Larangan melakukan jual beli di waktu shalat Jumat hanya berlaku bagi orang-orang yang wajib melakukan shalat Jumat, sementara perempuan tidak wajib.

2 KOMENTAR

  1. That is really fascinating, You are an excessively professional blogger.

    I have joined your rss feed and look forward to in the hunt for more of your excellent post.
    Additionally, I’ve shared your website inn my social networks

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here