Bolehkah Mengafani Jenazah Perempuan dengan Kain Sutera?

1
926

BincangSyariah.Com – Bolehkah mengafani jenazah perempuan dengan kain kafan yang terbuat dari sutera? Sudah maklum bersama bahwa dalam Islam, tidak ada larangan bagi perempuan untuk menggunakan pakaian yang terbuat dari sutera. Larangan menggunakan pakaian yang terbuat dari sutera hanya berlaku bagi laki-laki, sementara bagi perempuan dibolehkan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abu Musa al-Asy’ari, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

حُرِّمَ لِبَاسُ الْحَرِيرِ وَالذَّهَبِ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِى وَأُحِلَّ لإِنَاثِهِمْ

Diharamkan memakai pakaian sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku, dan dihalalkan bagi perempuan.

Dalam kitab Hasyiatul Bajuri, Syaikh Ibrahim Al-Bajuri menjelaskan mengenai kehalalan menggunakan pakaian sutera atau berselimut kain sutera bagi perempuan. Beliau berkata;

و يحل للنساء لبس الحرير و افتراشه و يحل للولي الباس الصبي الحرير قبل سبع سنين و بعدها أى الى البلوغ

Halal bagi perempuan menggunakan pakaian sutera dan berselimut sutera. Halal juga bagi seorang wali (orang tua) memakaikan sutera bagi anak lak-laki sebelum berumur tujuh tahun dan sesudahnya hingga baligh.

Karena perempuan boleh dan halal menggunakan pakaian sutera semasa masih hidup, maka para ulama membolehkan jenazah perempuan dikafani dengan menggunakan kain sutera. Sementara bagi jenazah laki-laki tidak boleh karena laki-laki semasa hidup sudah tidak boleh menggunakan pakaian sutera.

Meski demikian, jika mengafani jenazah perempuan dengan kain sutera bisa menyebabkan berlebih-lebihan dan membuang-buang harta, maka hal itu sebaiknya tidak dilakukan. Lebih baik dikafani dengan kain kafan sebagaimana pada umumnya.

Dalam kitab Al-Majmu Syarh Muhadzdzab, Imam Nawawi menegaskan terkait kebolehan mengafani jenazah perempuan dengan kain sutera ini. Beliau berkata;

وأما الحرير فيحرم تكفين الرجل فيه، وأما المرأة فالمشهور القطع بجواز تكفينها فيه لأنه يجوز لها لبسه في الحياة، لكن يكره تكفينها فيه، لأن فيه سرفاً ويشبه إضاعة المال، بخلاف اللبس في الحياة فإنه تجمل للزوج

Baca Juga :  Memakai Mukena Parasut yang Tipis, Apakah Shalat Sah?

Adapun kain sutera, maka haram mengafani jenzah laki-laki dengannya. Sementara jenazah perempuan, menurut pendapat yang masyhur, boleh mengafaninya dengan kain sutera karena perempuan boleh menggunakana kain sutera semasa ia hidup. Akan tetapi hal itu dimakruhkan karena menyebabkan berlebih-lebihan dan membuang-buang harta. Ini berbeda ketika perempuan memakai pakaian sutera semasa ia masih hidup, hal itu ia lakukan karena berhias untuk suaminya.

1 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum ustad..
    Bagaimana hukumnya kalau jenazah dipakaikan jilbab (wanita) dan peci+sorban (pria) apakah boleh?
    Terima kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here