Hukum Suami Menghisap Payudara Istri

1
216

BincangSyariah.Com – Di antara aktivitas yang hampir pasti dilakukan oleh seorang suami ketika hendak bersetubuh atau melakukan jimak dengan istrinya adalah menghisap payudara istri. Konon, aktivitas menghisap payudara istri ini bisa menambah gairah dan menjadikan persetubuhan semakin berkualitas. Meski demikian, namun sebenarnya bagaimana hukum suami menghisap payudara istri ini?

Dalam Islam, suami diperbolehkan bersenang-senang dengan istrinya dalam bentuk dan gaya apa saja, mulai dari mencium dan menghisap bibir istrinya, menghisap payudaranya, dan lainnya. Semua tubuh seorang istri boleh dicumbu oleh suaminya, termasuk menghisap payudaranya, kecuali bagian dubur atau anus. Maka tidak boleh menjimak dari bagian dubur seorang istri. (Baca: Meminum Air Susu Istri Saat Bercumbu, Adakah Implikasinya?)

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Qawanin Al-Ahkam Al-Syar’iyyah wa Masa-il Al-Furu’ Al-Fiqhiyyah berikut

ويجوز للرجل ان يستمتع بزوجته وامته بجميع وجوه الاستمتاع الا الاتيان في الدبر فانه حرام

Boleh bagi suami bercumbu dengan istrinya dan budaknya dengan semua bentuk percumbuan kecuali menjimak dari bagian dubur, maka hal itu hukumnya haram.

Juga disebutkan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

الاستمتاع واجب على الرجل للمرأة إذا انتفى العذر بما يحقق الإعفاف والصون عن الحرام، وتباح كل وجوه الاستمتاع إلا الإتيان في الدبر فهو حرام. ومكان الوطء باتفاق المذاهب: هو القبل، لا الدبرلقوله تعالى: نساؤكم حرث لكم، فأتوا حرثكم أنى شئتم أي على أية كيفية: قائمة أو قاعدة مقبلة أو مدبرة في أقبالهن

Artinya:

Menggauli hukumnya wajib bagi seorang suami pada istrinya jika tidak ada udzur untuk menjauhkan dan menjaga dari dari keharaman, dan diperbolehkan senggama dalam berbagai cara asalkan bukan pada lubang anusnya karena ini haram.

Tempat yang digunakan ‘bercinta’ menurut kesepakan ulama adalah kubulnya bukan duburnya, berdasarkan firman Allah; Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Artinya dengan berbagai macam cara dan gaya; berdiri, duduk, dari depan, belakang asal di kelaminnya.

Bahkan menurut para ulama, suami bukan hanya boleh menghisap payudara istrinya, namun juga boleh menghisap kemaluannya. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Bahuti dalam kitab Kasyaful Qina’ berikut;

Baca Juga :  Bolehkah Bersetubuh dengan Istri yang Sedang Istihadhah?

قال القاضي يجوز تقبيل فرج المرأة قبل الجماع

Al-Qadhi Ibnu Muflih berkata; Boleh mencium kelamin isterinya sebelum bersetubuh.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here