Hukum Perempuan Mengantar Jenazah ke Kuburan

1
12011

BincangSyariah.Com – Mengantar jenazah ke kuburan termasuk amalan sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi saw. Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan bahwa mengantar jenazah ke kuburan akan mendapat pahala sebesar dua gunung Uhud. Namun, bagaimana hukum perempuan mengantar jenazah ke kuburan, apakah boleh dan dianjurkan juga?

Kebanyakan ulama Syafiiyah berpendapat bahwa mengantar jenazah hingga ke kuburan bagi perempuan hanya makruh, tidak haram. Artinya, sebaiknya bagi perempuan untuk tidak ikut mengantar ke kuburan. Meski demikian, jika ikut mengantar hingga ke kuburan tidak haram, hanya makruh saja.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu berikut;

واما النساء فيكره لهن اتباعها ولا يحرم هذا هو الصواب وهو الذى قاله اصحابنا

“Adapun perempuan, maka dimakruhkan bagi mereka untuk ikut mengantar jenazah (ke kuburan), dan tidak haram. Pendapat ini yang benar, sebagaimana telah ditegaskan oleh ulama Syafiiyah.”

Pendapat ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Ummu ‘Athiyah, dia berkata;

نُهِينَا عَنِ اتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ ، وَلَمْ يُعْزَمْ عَلَيْنَا

“Kami (para perempuan) dilarang mengiringi jenazah. Namun larangannya tidak terlalu keras bagi kami.”

Namun kemakruhan ini barlaku bagi perempuan yang tidak bisa menahan ratapan kesedihan untuk mayat. Jika sekiranya perempuan tersebut bisa menahan ratapan kesedihan dan bisa menjaga diri dari fitnah dengan menutup aurat dan sebagainya, maka boleh mengantar jenazah hingga ke kuburan. Apalagi yang meninggal adalah keluarga dekatnya, misalnya anak, suami, orang tua, saudara.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Alfiqhul Islami bahwa ulama Malikiyah membolehkan perempuan untuk mengantar jenazah, terutama jika yang meninggal adalah keluarga dekatnya dan selamat dari fitnah.

أجاز المالكية خروج امرأة متجالَّة: عجوز لا أرب للرجل فيها، أو شابة لم يخش فتنتها في جنازة من عظُمت مصيبته عليها كأب وأم وزوج وابن وبنت وأخ وأخت

“Ulama Malikiyah membolehkan perempuan tua yang tidak membuat laki-laki tertarik atau perempuan muda yang tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah untuk mengantar jenazah seseorang yang kematiannnya merupakan musibah besar baginya, seperti ayah, ibu, suami, anak laki-laki atau perempuan, saudara laki-laki atau perempuan.”

1 KOMENTAR

  1. maka boleh mengantar jenazah hingga ke kuburan. Apalagi yang meninggal adalah keluarga dekatnya, misalnya anak, suami, orang tua, saudara.

    Suami meninggal Isteri bukan dlm edah ke?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here