Hukum Perempuan Haid Menulis Ayat-ayat Al-Quran

0
15

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah kesempatan, penulis pernah ditanya oleh seseorang mengenai hukum perempuan yang sedang haid menulis ayat-ayat Al-Quran. Pasalnya, ada seorang perempuan yang berprofesi sebagai guru dan kadang harus menulis ayat-ayat Al-Quran tertentu di papan tulis pada saat mengajar, padahal dia sedang dalam keadaan haid. Sebenarnya, bagaimana hukum perempuan haid menulis ayat-ayat Al-Quran?

Pada dasarnya, menulis ayat-ayat Al-Quran bukan termasuk perkara yang diharamkan bagi perempuan haid. Berkaitan dengan Al-Quran, yang diharamkan bagi perempuan haid adalah membacanya, menyentuhnya atau membawanya. Sementara menulis dan mendengarkan Al-Quran tidak diharamkan bagi perempuan haid. (Baca: Perempuan Haid Menyembelih Hewan Kurban, Apakah Sah?)

Oleh karena itu, jika ada perempuan yang sedang haid menulis ayat-ayat Al-Quran, selama dia tidak menyentuh kertas atau papan tulis yang ditulisi Al-Quran tersebut, maka hukumnya boleh, tidak haram.

Sebaliknya, jika pada saat menulis sambil menyentuh kertas atau papan tulis yang ditulisi ayat-ayat Al-Quran, maka hukumnya adalah haram. Yang menjadikan haram bukan menulis ayat-ayat Al-Quran, namun menyentuh kertas atau papan tulis yang telah diulisi ayat-ayat Al-Quran.

Hal ini sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab Syarhul Bahjah Al-Wardiyah berikut;

وَلَا يَمْنَعُ الْحَدَثُ كَتْبَ الْقُرْآنِ إذَا خَلَا الْمَكْتُوبُ عَنْ مَسٍّ وَحَمْلٍ

Hadas bukan penghalang untuk menulis Al-Quran selama tulisannya tidak disentuh atau dibawa.

Dalam kitab Al-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran, Imam Nawawi juga mengatakan sebagai berikut;

إذا كتب المحدث أو الجنب مصحفا إذا كان يحمل الورقة أو يمسها حال الكتابة فهو حرام وان لم يحملها ولم يمسها ففيه ثلاثة أوجوه: الصحيح جوازه والثاني تحريمه والثالث يجوز للمحدث ويحرم على الجنب.

Jika orang yang hadas atau junub menulis mushaf dan membawa kertas tulisan tersebut atau menyentuhnya saat menulis, maka hal tersebut hukumnya haram. Jika tidak membawa atau menyentuh tulisan saat menulis, maka ada tiga pendapat. Pertama, boleh. Ini adalah pendapat yang sahih. Kedua, haram. Ketiga, boleh bagi orang yang hadas kecil dan haram bagi orang junub. Wallahu a’lam bis shawab wa murodih.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here