Hukum Menyusui Anak Setelah Berhubungan Intim

0
26

BincangSyariah.Com Di antara perkara yang ditanyakan oleh sebagian pasangan suami istri adalah menyusui anak sesaat setelah berhubungan intim. Pasalnya, mereka berhubungan intim pada saat anaknya sedang tidur. Terkadang pada saat sedang berhubungan intim atau setelah berhubungan intim dan belum sempat mandi junub, anaknya bangun dan menangis minta disusui. Bagaimana hukum menyusui anak setelah berhubungan intim ini, apakah boleh?

Dalam Islam, tidak ada larangan bagi suami untuk melakukan hubungan intim dengan istrinya pada saat istrinya hamil atau menyusui. Meski istrinya sedang hamil atau menyusui, boleh bagi suami bercumbu dan melakukan jimak dengan istrinya. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Mughni al-Muhtaj berikut;

ويسن أن لا يترك الجماع عند قدومه من سفره ولا يحرم وطء الحامل والمرضع

Dan disunnahkan untuk tidak meninggalkan hubungan intim setelah datang dari perjalanan, juga tidak haram menjimak istri yang sedang hamil dan menyusui.

Begitu juga boleh menyusui anak setelah melakukan hubungan intim. Tidak masalah bagi seorang istri menyusui anaknya setelah berhubungan intim dengan suaminya, atau bahkan pada saat berhubungan intim, meskipun belum mandi junub.

Dalam Islam, menyusui anak setelah berhubungan intim bukan termasuk perkara yang diharamkan. Kapanpun boleh seorang istri menyusui anaknya, baik setelah berhubungan intim dan keadaan junub, pada saat haid dan lainnya.

Hanya saja, meski boleh menyusui anak setelah berhubungan intim, namun jika hal itu dilakukan sebelum mandi junub, maka dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Ini dimaksudkan agar dia menyusui anaknya dalam keadaan bersih dan agar hadas yang sedang ditanggung lebih ringan.

Anjuran wudhu sebelum menyusui anak ini disamakan dengan anjuran wudhu sebelum makan, minum dan tidur dalam keadaan junub. Nabi Saw ketika dalam keadan junub dan beliau hendak makan atau tidur, maka beliau melakukan wudhu terlebih dahulu. Ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim dari Aisyah, dia berkata;

Baca Juga :  Air untuk Mandi Junub Tak Ada, Bolehkah Istri Menolak Berhubungan Intim dengan Suami?

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَنَامَ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ

Rasulullah Saw ketika dalam keadaan junub dan beliau hendak makan atau minum, maka belia melakukan wudu sebagaimana wudu saat hendak shalat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here