Hukum Memakai Pensil Alis Sebelum Menikah

0
21

BincangSyariah.Com – Bagi sebagian perempuan, menata alis dan merapikannya termasuk menu wajib ketika berhias, terutama ketika hendak melangsungkan pernikahan. Di antara yang digunakan untuk menata alis adalah pensil alis. Bagaimana hukum memakai pensil alis bagi perempuan ketika hendak menikah? (Baca: Benarkah Perempuan Dilarang Menyanggul Rambut?)

Dalam Islam, pada dasarnya menata bulu alis dan merapikannya diperbolehkan, selama tidak berlebihan dan melanggar ketentuan syariat. Islam sangat menganjurkan kerapian baik rambut, bulu alis, kuku, dan lain sebagainya.

Karena itu, menata dan memperindah alis dengan pensil alis hukumnya diperbolehkan, terutama bagi perempuan yang hendak melangsungkan pernikahan. Perempuan sangat dituntut untuk tampil cantik di hadapan suaminya dengan berhias diri, apalagi di momen yang sangat spesial semisal hari pernikahan.

Bahkan menurut sebagian ulama, perempuan bukan hanya boleh menata dan memperindah alisnya dengan memakai pensil alis, namun dia juga boleh mencukur atau mencabut bulu alisnya agar terlihat indah dan bagus jika hal itu dibutuhkan. Ini karena Sayidah Aisyah pernah membolehkan perempuan untuk mencukur bulu alisnya jika hal itu bisa memberikan penampilan yang cantik untuk suaminya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

أمّا المرأة المتزوّجة فيرى جمهور الفقهاء أنّه يجوز لها التّنمّص ، إذا كان بإذن الزّوج ، أو دلّت قرينة على ذلك ، لأنّه من الزّينة ، والزّينة مطلوبة للتّحصين ، والمرأة مأمورة بها شرعا لزوجها . ودليلهم ما روته بكرة بنت عقبة أنّها سألت عائشة رضي الله عنها عن الحفاف ، فقالت : إن كان لك زوج فاستطعت أن تنتزعي مقلتيك فتصنعيهما أحسن ممّا هما فافعلي

Adapun perempuan yang sudah bersuami, maka kebanyakan ulama fiqih berpendapat bahwa diperbolehkan mencabut alisnya ketika mendapat izin dari suaminya atau adanya qarinah yang menunjukan izin, karena hal tersebut termasuk pada berhias. Sedangkan berhias itu dianjurkan karena pernikahan. Selain itu, perempuan diperintah oleh syariat agar berhias untuk suaminya.

Dalilnya adalah riwayat Bakrah bin ‘Aqabah bahwa ia bertanya kepada Sayidah Aisyah mengenai orang yang mencabut bulu alisnya. Kemudian Sayidah Aisyah menjawab; Apabila kamu memiliki suami lalu kamu bisa mencabut dua bulu matamu, lalu kamu melakukannya itu lebih baik daripada membiarkannya, maka lakukanlah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here