Hukum Memakai Kutek Saat Haid

0
37

BincangSyariah.Com – Kutek merupakan jenis cat kuku yang biasanya perempuan pakai untuk memperindah kukunya. Selain menggunakan di waktu suci, perempuan juga menggunakan kutek saat sedang berada di waktu haid. Biasanya, perempuan yang sedang haid menggunakan berwarna merah atau warna lain yang ia sukai. Kutek warna merah bagi sebagian perempuan itu menunjukkan bahwa perempuan tersebut sedang datang haid. Bagaimana hukum memakai kutek saat haid bagi perempuan? (Baca: Batalkah Wudunya Perempuan yang Memakai Cat Kuku?)

Dalam Islam, perempuan boleh memakai kutek atau henna kapan saja, baik di waktu suci maupun saat sedang haid. Tidak ada larangan bagi perempuan untuk memakai kutek saat haid. Bahkan jika bertujuan untuk memberitahukan suami bahwa dirinya sedang dalam keadaan haid, atau semata berhias untuk suaminya, maka hal itu dianjurkan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Mirqat Shu’ud Al-Tashdiq berikut;

و يسن للمرأة المزوّجة أو المملوكة خضبُ كَفِّها و قَدَمِها بالحناء تعميما لأنه زينة و هى مطلوبة منها لِحَلِيْلِهَا

Disunnahkan bagi perempuan bersuami atau budak untuk melukis telapak tangan dan kakinya dengan memakai henna secara menyeluruh karena hal itu termasuk perhiasan yang dianjurkan guna mempercantik diri bagi suaminya.

Disebutkan bahwa kebanyakan para ulama fiqih membolehkan perempuan yang sedang haid menyemir atau melukis bagian tubuhnya, baik dengan kutek atau henna. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ عَلَى جَوَازِ اخْتِضَابِ الْحَائِضِ لِمَا وَرَدَ أَنَّ امْرَأَةً سَأَلَتْ عَائِشَةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا – قَالَتْ: تَخْتَضِبُ الْحَائِضُ؟ فَقَالَتْ: قَدْ كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَنَحْنُ نَخْتَضِبُ فَلَمْيَكُنْ يَنْهَانَا عَنْهُ، وَلِمَا وَرَدَ أَنَّ نِسَاءَ ابْنِ عُمَرَ كُنَّ يَخْتَضِبْنَ وَهُنَّ حُيَّضٌ

Kebanyakan ulama fiqih membolehkan perempuan haid menyemir. Ini karena pernah ada seorang perempuan bertanya kepada Sayidah Aisyah; Apakah perempuan haid boleh menyemir? Aisyah menjawab; Kami pernah di sisi Nabi Saw dan kami memakai semir sementara beliau tidak melarang kami. Juga karena istri-istri Abdullah bin Umar menyemir pada saat mereka sedang haid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here