Hikmah Pagi: Wanita Yang Allah Respon Langsung Pengaduannya (1)

0
658

BincangSyariah.Com – Terdapat seorang shahabiyyah yang cukup dikenal namanya beliau adalah Khaulah Binti Tsa’labah. Khaulah merupakan istri dari seorang shahabat terkemuka yang syahid di perang Badr, beliau adalah Aus Bin Shomit. Yang man Allah mengampuni dosa beliau yang telah lampau maupun yang akan datang.

‘Aus Ibn Shamit usia beliau sudah tidak muda lagi, suatu hari istri beliau menolak apa yang beliau inginkan. Sampai terucap oleh beliau kepada istrinya, “أَنْتِ عَلَيَّ كَظَهْرِ أُمِّيْ” (Engkau ibarat pungung ibu saya). Perkataan seperti ini di masa pra Islam dianggap sebagai “Thalaq”. Kemudian sontak istrinya marah dengan ‘Aus Ibn Shamit, kemudian meminta ucapan itu ditariknya. Kemudia Aus tidak bisa berbuat apa-apa lagi, berkata kepada Khaulah sambil menangis, tidaklah saya mengira begitu marahnya kamu kepada saya dengan peristiwa ini. (Lihat: Thabaqat Ibn Sa’ad, Jilid: 10/354).

Akan tetapi, karena Khaulah seorang wanita yang beriman, tidak hanya diam saja terhadap apa yang disampaikan oleh suaminya. Kemudian beliau mengumpulkan keluarganya untuk kemudian mendatangi Rasulullah dan menceritakan apa yang terjadi dengannya. Beliau mengadu kepada Rasulullah; Ya Rasulullah, Aus sudah memakan harta saya, menghabiskan masa muda saya, saya melahirkan anak-anaknya sampai usia kami sudah lanjut dia mendzihar kami (menyamakan istri dengan ibunya sampai tidak mau menggaulinya).

Walaupun rasa sakit dan rasa kalut yang menyelimuti hati Khaulah, beliau juga sangat kuatir apakah perkataan Aus bisa berakibat terhadap jatuhnya thalaq. Kemudian ia menceritakan hal ini kepada Rasulullah, Ya Rasulallah Aus adalah bapak dari anak-anak saya, anak paman saya, dan banyak orang yang senang kepada saya, dan sungguh saya mengetahui apa yang menimpanya dari lemahnya kekuatan yang ia miliki. Maka ia mengatakan kepada saya, “kamu bagi saya seperti punggung ibu saya”. Demi Allah apa yang ia ucapkan adalah “Thalaq”. Rasulullah bersabda kepadanya, مَا أُرَاكِ إِلاَّ وَقَدْ حَرمْتِ عَلَيْهِ “Saya tidak melihatnya melainkan engkau sudah haram baginya.” (H.R. Imam al-Baihaqi, Jilid: 7/382).

Baca Juga :  Hukum Eyelash Extension dalam Islam

Khaulah menjelaskan lagi kepada Rasulullah, apa nanti yang akan menimpa dirinya dan anaknya jika dia harus cerai dengan suaminya, namun rasulullah tetap menjawab, “saya tidak melihat melainkan engkau telah haram baginya”.

Dari sinipun Khaulah masih belum puas atas pernyataan yang disampaikan Rasulullah, walaupun ia mengetahui bahwa apa yang dikatakan nabi adalah benar dan tidak mungkin bercampur dengan hawa nafsu apalagi kebatilan. Beliau tidak putus asa sampai di sini beliau terus mencari tau, karena beliau sangat yakin dalam hatinya, bahwa Aus mengatakan hal tersebut bukan tujuannya untuk menthalaq namun merupakan perkataan yang ia ucapkan dengan kemarahan, beliau terus berupaya dialaog dengan Rasulullah sampai beberapa waktu berlalu.

Kemudian Khaulah berdo’a, Ya Allah sesungguhnya saya mengadu kepada-Mu tentang peristiwa yang menimpa diri saya, dan sungguh sangat berat bagi saya untuk pisah dengannya. Ya Allah, kami memohon engkau turunkan melalui lisan nabi-Mu bagi kami solusi terbaik”.

Beliau berdo’a sambil bergetar tubuhnya, berdebar-debar hatinya larut dalam masalah ini, beliau melihatnya sebagai masalah yang sangat besar sepanjang hidupnya. Atas izin dan kasih sayang Allah do’a dari Khaulah langsung mendapatkan jawaban dari Allah sebagai solusinya dengan diturunkan surat al-Mujadilah ayat 1.

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Bersambung in sya Allah)

Semoga Allah menjadikan kita hamba-nya yang senantiasa istiqomah dijalan-Nya Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here