Hukum Memakai Henna bagi Perempuan Saat Ihram Berhaji

0
846

BincangSyariah.Com – Umumnya, perempuan melukis tangan dan kakinya dengan henna ketika menikah atau ada acara hajatan. Namun ada juga sebagian perempuan yang menggunakan henna ketika hendak berangkat haji sehingga ketika melakukan ihram haji pun bekas lukisan dari henna itu masih ada. Bagaimana hukum memakai henna bagi perempuan ketika ihram berhaji, apakah boleh?

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama mengenai hukum memakai henna bagi perempuan ketika sedang berhaji atau sedang melakukan ihram haji. Menurut ulama Hanabilah, boleh bagi orang yang berhaji, baik laki-laki maupun perempuan, memakai henna di seluruh badan selain kepala. Adapun memakai henna di kepala, maka tidak boleh karena dianggap bisa menutup kepala, sementara menutup kepala ketika ihram haji tidak boleh. (Baca: Masih Pakai Henna, Apakah Boleh Langsung Shalat?)

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

ذهب الحنابلة الى انه يجوز للمحرم الاختضاب بالحناء في اي جزء من البدن ما عدا الراس لان ستر الرأس في الاحرام باي ساتر ممنوع

Ulama Hanabilah berpendapat bahwa boleh bagi orang yang ihram memakai pacar henna di bagian badan mana saja selain kepala karena menutup kepala dengan benda apapun hukumnya dilarang.

Sementara menurut ulama Syafiiyah, memakai henna bagi laki-laki boleh ketika ihram haji di seluruh badannya selain tangan dan kaki. Jika di tangan dan kaki, maka tidak boleh karena menyerupai perempuan. Sementara bagi perempuan, hukumnya makruh.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَقَال الشَّافِعِيَّةُ: يَجُوزُ لِلرَّجُل الاِخْتِضَابُ بِالْحِنَّاءِ وَنَحْوِهِ حَال الإْحْرَامِ فِي جَمِيعِ أَجْزَاءِ جَسَدِهِ، مَا عَدَا الْيَدَيْنِ وَالرِّجْلَيْنِ فَيَحْرُمُ خَضْبُهُمَا بِغَيْرِ حَاجَةٍ.

وَكَرِهُوا لِلْمَرْأَةِ الاِخْتِضَابَ بِالْحِنَّاءِ وَنَحْوِهِ حَال الإْحْرَامِ

Baca Juga :  Mengenal Tujuh Macam Wanita Istihadhah

Ulama Syafiiyah berkata; Boleh bagi laki-laki memakai pacar dengan henna dan semacamnya ketika ihram di seluruh badannya kecuali kedua tangan dan kakinya. Jika di kedua tangan dan kaki maka haram tanpa ada kebutuhan. Dan mereka memakruhkan perempuan memakai henna dan semacamnya ketika ihram.

Menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah, orang yang ihram haji tidak boleh memakai henna di seluruh badannya, baik laki-laki maupun perempuan. Dalil yang dijadikan dasar oleh mereka adalah hadis yang disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

رُوِيَ أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَال لأِمِّ سَلَمَةَ: لاَ تَطَيَّبِي وَأَنْتِ مُحْرِمَةٌ وَلاَ تَمَسِّي الْحِنَّاءَ فَإِنَّهُ طِيبٌ

Diriwayatkan bahwa Nabi Saw berkata kepada Ummu Salamah; Jangan kamu memakai parfum dalam keadaan ihram dan jangan kamu menyentuh henna karena itu termasuk wewangian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here