Haji Mabrur: Alternatif Jihad bagi Perempuan

0
380

BincangSyariah.Com – Ibadah haji tidak hanya diwajibkan oleh Allah bagi kaum laki-laki saja, tetapi bagi kaum perempuanpun jika ia telah mampu baik fisiknya, finansial dan dalam keadaan aman maka ia juga wajib melaksanakan ibadah haji. Sebagaimana firman Allah Swt: di dalam Alquran Surah Ali Imran ayat 97. “Dan (diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.” Selain itu dasar kewajiban haji adalah hadis Nabi Saw. “Islam dibangun atas lima hal: Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke baitullah dan berpuasa Ramadan” (HR. Albukhari dan Muslim).

Bahkan ibadah haji tidak hanya diwajibkan bagi perempuan begitu saja. Allah Swt memberikan nilai lebih kepada perempuan dengan ganjaran yang sebanding dengan jihadnya laki-laki jika dilakukan dengan baik dan benar yang dibahasakan di dalam hadis sebagai haji mabrur. Hal inipun telah diinformasikan oleh imam Albukhari di dalam kitab Shahihnya bahwa Aisyah ra pernah bertanya kepada Nabi Saw. “Wahai Rasulullah, kami melihat jihad (berperang di jalan Allah) adalah sebaik-baik perbuatan/amal, lalu apakah kami juga harus berjihad?. Nabi Saw, menjawab: “Tetapi jihad yang paling utama adalah haji yang mabrur.”

Jadi bagi perempuan, Allah telah menyediakan amal yang lebih utama daripada jihad yang sangat sulit mereka lakukan, yakni dengan cukup melakukan ibadah haji dengan sungguh-sungguh, tanpa dicampuri dengan perbuatan-perbuatan dosa dan perbuatan serta ucapan yang tidak patut. Di dalam hadis lainnya pun Nabi Saw. bersabda bahwa haji mabrur itu tidak ada balasan yang pantas (baginya) kecuali surga. (HR. Albukhari dan Muslim). Oleh karena itu di dalam riwayat lain disebutkan bahwa Aisyah ra setelah mendengar sabda Nabi Saw. tersebut, maka ia tidak pernah meninggalkan beribadah haji.

Baca Juga :  Enam Hal yang Disunnahkan Bagi Wanita saat Ihram

Imam Ahmad dan Ibnu Majah juga meriwayatkan hadis dari Aisyah ra yang menanyakan  tentang jihad bagi perempuan kepada Nabi Saw. dengan sanad yang shahih sebagaimana berikut

يا رسولَ اللهِ على النِّساءِ جهَادٌ؟ قال: “نَعَمْ عَليهنَّ جهادٌ لا قتالَ فيه: الحجُّ والعُمرةُ”

“Wahai Rasulullah wajibkah bagi para perempuan untuk berjihad?” Nabi Saw. menjawab: “Iya, mereka wajib berjihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yakni haji dan umrah.”

Selain itu, imam Annasai di dalam kitab Sunannya pun meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah Saw. bersabda: “Jihadnya Orang tua, orang yang lemah dan perempuan adalah melakukan ibadah haji dan umrah.”

Demikianlah riwayat-riwayat dari Nabi Saw. yang telah memberikan kesempatan kepada para perempuan untuk mendapatkan hak yang sama dalam mendapatkan ganjaran jihad layaknya laki-laki dengan beribadah haji yang mabrur. Haji yang dilakukan dengan tanpa adanya unsur dosa dan sungguh-sungguh murni beribadah kepada Allah Swt. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.