Enam Hal yang Disunnahkan Bagi Wanita saat Ihram

1
260

BincangSyariah.Com – Ibadah haji tidaklah terlepas dari ritual ihram. Yakni bagi wanita ia berniat untuk melaksanakan ibadah haji dari batas miqat dengan menggunakan baju yang sesuai syariat Islam dengan menutup seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan. Ketika melakukan ihram, terdapat hal-hal yang disunnahkan bagi seorang wanita sebagaimana berikut:

Pertama, mandi. Mandi adalah termasuk dalam sunnah-sunnahnya ihram bagi wanita. Meskipun ketika itu ia dalam keadaan menstruasi atau nifas. Sebagaimana hadis riwayat Aisyah ra

عَنْ عَائِشَةَ  رَضِىَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ نُفِسَتْ أَسْمَاءُ بِنْتُ عُمَيْسٍ بِمُحَمَّدِ بْنِ أَبِى بَكْرٍ بِالشَّجَرَةِ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَا بَكْرٍ يَأْمُرُهَا أَنْ تَغْتَسِلَ وَتُهِلَّ.

Dari Aisyah ra, ia berkata: Asma binti Umais telah nifas disebabkan melahirkan Muhammad bin Abi Bakar di Alsyajarah, lalu Rasulullah Saw. menyuruh Abu Bakar memerintahkan Asma untuk mandi dan berihlal. (HR. Muslim).

Kedua, memakai wangi-wangian. Disunnahkan pula bagi wanita yang hendak berihram untuk menyiapkan dirinya dengan memakai minyak wangi di tubuhnya, tidak di bajunya. Sebagaimana hadis riwayat Aisyah ra.

كُنَّا نَخْرُجُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى مَكَّةَ فَنُضَمِّدُ جِبَاهَنَا بِالسُّكِّ الْمُطَيَّبِ عِنْدَ الإِحْرَامِ ، فَإِذَا عَرِقَتْ إِحْدَانَا سَالَ عَلَى وَجْهِهَا فَيَرَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلاَ يَنْهَاهَا.

Kami keluar bersama Nabi Saw. ke Makkah,  kami membungkus dahi kami dengan suk (sejenis minyak wangi) yang membuat harum ketika ihram, maka jika salah satu dari kami berkeringat yang mengalir di atas wajahnya, lalu Nabi Saw. melihatnya dan beliau tidak melarangnya. (HR. Abu Daud)

Adapun pacar atau hena yang dapat merubah warna kulit bukan tato dengan bentuk-bentuk yang mempercantik kulit menurut ulama Hanabilah adalah salah satu dari hal yang disunnahkan dalam mempersiapkan diri ketika hendak ihram. Sebagaimana hadis riwayat Abdullah bin Abidah dan Abdullah bin Dinar

Baca Juga :  Bolehkah Perempuan Membuka Aurat Saat Nyantai di Teras Rumah.?

مِنَ السُّنَّةِ أَنْ تَمْسَحَ الْمَرْأَةُ يَدَيْهَا عِنْدَ الإِحْرَامِ بِشَىْءٍ مِنَ الْحِنَّاءِ

Diantara kesunnahan adalah seorang wanita mengusap tangannya saat ihram dengan sesuatu dari pacar (hena). (HR. Albaihaqi).

Ulama Syafiiyyah pun juga berpendapat sunnah. Sedangkan imam Malik mengatakan bahwa tidak masalah bagi seorang wanita yang menggunakan pacar saat hendak bersiap-siap untuk ihram, jadi beliau tidak berpendapat berhukum sunnah, tetapi mubah.

Ketiga, menghilangkan rambut-rambut yang tumbuh di area selain kepala serta memotong kuku-kuku. Hal ini dimaksudkan agar ia menjalankan ihram dalam keadaan bersih serta terhindar dari bau-bau yang tidak sedap dari tubuh.

Keempat, ihram dilakukan setelah shalat fardlu, namun jika sulit maka ihram dilakukan setelah shalat sunnah seperti shalat sunnah tahiyyatul masjid atau shalat dhuha. Dan tidak ada shalat yang khusus dilakukan untuk ihram.

Kelima, disunnahkan melafadzkan niat ihram. Jika wanita yang ihram tersebut niat ihram ifrad (mendahulukan ibadah haji daripada umrah) maka ia mengucapkan: “Labbaikallahumma an hajjin/ Kami memenuhi penggilanmu wahai Allah untuk ibadah haji.” Jika ia ihram qiran (menggabungkan antara haji dan umrah), maka ia mengucapkan “Labbaikallahumma An Umrah wa Hajjin/ Kami memenuhi panggilanmu wahai Allah untuk ibadah umrah dan haji.”.

Jika ia beribadah ihram tamattu’(yakni ihram yang mendahulukan umrah daripada haji), maka ia mengucapkan: “Labbaikallahumma An Umratin/ kami memenuhi panggilanmu wahai Allah untuk umrah atau Labbaikallahumma An Umratin mutamattuin biha ilal hajji/ Kami memenuhi panggilanmu wahai Allah dari umrah yang didahulukan menuju haji.”

Keenam, membaca talbiyah berulang-ulang. Adapun bacaan talbiyah adalah

لَبَّيْكَ اللهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَ الْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ.

“Labbaikallahumma labbaik, labbaika lasyarika laka labbaik, innal hamda lillah wanni’mata laka walmulk la syarika lak.”  Artinya: “Kami memenuhi panggilanmu wahai Allah, kami memenuhi penggilanmu, tidak ada sekutu bagimu kami memenuhi panggilanmu sesungguhnya pujian dan nikmat untukmu dan kerajaan. Tidak ada sekutu bagimu.”

Namun, bagi wanita yang sedang ihram, tidak boleh mengeraskan suaranya ketika membaca talbiyah, hendaknya suaranya cukup dapat didengar oleh dirinya sendiri dan orang yang di sebelahnya. Dan dimakruhkan baginya mengeraskan suaranya melebihi dari itu. Demikianlah hal-hal yang disunnahkan bagi wanita yang akan dan sedang ihram. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.