Empat Perempuan Muslimah ini Sukses Memimpin Bisnis Startup di Indonesia

0
1823

BincangSyariah.Com – Kata siapa perempuan hanya bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk keluarganya? Zaman emansipasi kini sudah tidak dikenal lagi dalam dunia profesional. Perempuan muslimah sekarang banyak yang sudah membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dan memimpin dalam startup di Indonesia. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan Accenture Indonesia, perusahaan global management consulting, servis teknologi, dan outsourcing menyatakan bahwa jumlah CEO perempuan di Indonesia tahun 2030 akan meningkat pesat.

Hal tersebut tentunya menunjukkan perempuan muslimah memiliki peluang yang sangat besar jika memiliki keinginan yang besar untuk sukses dan professional. Sebagai contoh, inilah lima perempuan muslimah yang telah berhasil memimpin startup keren di Indonesia.

1. Aulia Halimatussadiah adalah technopreneur muda dengan kiprah menjanjikan. Berbekal teknologi dan mimpi, ia menciptakan berbagai usaha sukses. Salah satunya, nulisbuku.com, kanal self-publishing pertama di Indonesia. Dengan website ini, perempuan yang juga dikenal dengan nama Ollie ini mampu mewujudkan mimpi para penulis amatir untuk menerbitkan buku.

Muslimah lulusan IT dari Gunadarma Jakarta ini percaya bahwa teknologi bisa menjadi katalis baginya untuk maju, sehingga ketika tertarik dengan bisnis, ia gabungkan antara minat dan pengetahuan. Dalam setahun bisa menerbitkan 1.000-an buku dari penulis dengan berbagai usia. Yang termuda berumur 15 tahun dan masih duduk di kelas 3 SMP, sementara yang peling tua berumur 72 tahun. Sampai saat ini, Nulisbuku.com juga sudah mengadakan banyak kegiatan, salah satunya 99 Writers in 9 Days. Selain event tadi, ia juga punya acara reguler yaitu Klub Menulis.

2. Diajeng Lestari, berhasil menghadirkan hijup.com sebagai sebuah platform online mall pada tahun 2011. Konsep Hijup adalah sebuah online mall yang mewadahi desainer-desainer fashion muslim di Indonesia. Situs ini juga menyasar para perempuan muslimah yang ingin berbelanja. Berangkat dari konsep tersebut, Ajeng yang aktif dalam komunitas muslimah, mulai mengajak para desainer yang juga aktif di komunitas muslimah.

Baca Juga :  Siapakah Wali Nikah Perempuan Mualaf?

Ajeng bukan hanya ingin menawarkan produk-produk fashion muslimah. Dia juga mengembangkan usaha masyarakat Indonesia yang menggeluti fashion bagi para perempuan muslimah. Dalam prosesnya, Ajeng ingin menunjukkan budaya Indonesia melalui pakaian muslim. Misalnya dengan pemilihan kain batik, tenun serta corak khas daerah. Dengan begitu, Indonesia memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan serta menjadi kiblat fashion muslim dunia.

3. Hani Ambadar, Perempuan yang biasa dipanggil Hani ini memiliki obsesi dan passion tinggi terhadap beauty products. Obsesi dan passionnya itu akhirnya melahirkan sebuah media dan beauty platform bernama Female Daily Network. Media yang memiliki komunitas dan forum yang memungkinkan anggota terdaftar untuk menulis ulasan sebuah produk dan berpartisipasi di forum diskusi.

Female Daily memiliki pandangan unik bagi perempuan yang aktif di dunia online. Ini membantu Hanifa menjaring klien iklan dan juga membuat dirinya menjadi konsultan yang banyak dicari. Bagi Hani pemimpin perempuan tidak ada tantangan khusus ya. Tapi kalau dilihat dari sisi karier, jika kita ambisius, dan kita juga ingin mengurus anak dan rumah tangga dengan baik, itu tentu ada tantangannya tersendiri. Karena itu kita harus belajar cermat membuat prioritas antara yang satu dengan lainnya.

4. Nabil Alsogoff, muslimah yang sukses berkecimpung di ladang industri informasi. Di bawah komandonya, Doku, penyedia pembayaran daring (dalam jaringan/online) yang bernaung di bawah PT Nusa Satu Inti Artha melejit hingga menjadi yang terbesar di industrinya. Doku bergerak di jasa payment processing, B2B, consumer, e-money dan remitance, dengan tiga produk utama: Doku Wallet, MyShortCart, serta sistem transaksi terintegrasi yang kompleks untuk perusahaan. Untuk menunjang bisnisnya, Doku berhasil bekerja sama dengan berbagai penyedia layanan keuangan seperti Visa, Mastercard, Mandiri, e-pay dan BRI.

Baca Juga :  Syarat Ibadah Haji bagi Perempuan (2)

Pertumbuhan pembayaran daring mulai cerah pada 2010 ketika industri e-commerce merangkak naik. Sejak itu pula, layanan Doku terus berkembang. Yang terbaru adalah e-money yang izin resminya telah digenggam Doku. Menurut Nabilah, Less cash society movement adalah pemicu berkembangnya industri ini. Dan berkat kegigihan dia bersama timnya, saat ini Doku sudah menggaet 24 ribu merchant, dan terkoneksi dengan 23 bank. Sejumlah perusahaan kakap pun menjadi klien Doku.

*Artikel ini pernah dimuat BincangMuslimah.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here