Empat Kesalahan Perempuan Saat Berwudhu yang Sering Diremehkan

2
2942

BincangSyariah.Com – Wudhu merupakan ibadah wajib yang menjadi perantara sahnya salat. Setelah muslim memasuki kategori mukallaf maka ia diwajibkan untuk salat dalam keadaan apapun selama jiwa berada dalam raga baik muslim laki-laki, perempuan, bahkan huntsa (manusia berjenis kelamin ganda). Juga selama persediaan air ada selain untuk minum dan anggota badan dimungkinkan  jika terkena air. Jika hal tersebut telah terpenuhi maka seorang muslim wajib berwudhu menggunakan air.

Namun seringkali seorang mukmin meremehkan ibadah wudhu ini. Padahal menurut penuturan Imam asy-Sya’rani bahwa konsentrasi dalam shalat ditentukan sesuai kadar kekhusyuan hati seseorang dalam wudhunya. Dan ini memang sudah terbukti.

وقال الامام الشعرانى: الحضور فى الصلاة بقدر الحضور فى الوضوء وقد جرب  ذلك.

“Imam asy-Sya’rani berkata hudlȗr (hadirnya hati) dalam shalat sesuai dengan kadar hudlȗr dalam wudhu. Dan ini sungguh telah teruji.” (Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, Abwâb al-Faraj, Dârul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, 1971, halaman 12)

Bukan hanya soal kekhusyuan hati tapi juga ketelitiannya dalam membasuh setiap anggoota wudhu. Kali ini penulis akan menguraikan beberapa kesalahan berwudhu yang biasanya dilakukan oleh perempuan,

1. Tidak Membersihkan Make Up

Bagi perempuan make up menjadi penunjang penampilan. Mereka merasa tidak percaya diri jika berpergian tanpa menggunakan make up. Mengenakan blush on, eye shadow, maskara atau eye liner adalah kebiasaan yang melekat. Namun sangat disayangkan saat berwudhu mereka tidak terlebih dahulu menghapus make up terlebih make up yang tahan air (waterproof). Sebab make up tersebut justru akan sangat menghalangi air membasuhi wajah yang merupakan anggota wudhu. Make up yang mereka kenakan tidak menyerap ke dalam kulit sebab jika digosok wujudnya (‘ainiyahnya) ada. Bahkan membersihkan make up dengan air saja tidak cukup. Biasanya perempuan menggunakan pembersih khusus untuk menghapus make up.

Baca Juga :  Benarkah Ibu Hamil Tidak Boleh Sujud Terlalu Lama?

2. Tidak Menggulung Lengan Baju Melebihi Sikut

Anggota wudhu yang wajib dibasuh setelah wajah ialah tangan sampai siku. Seringkali perempuan yang mengenakan lengan panjang tidak menggulung legan bajunya melebihi siku. Alih-alih berwduhu mereka seolah hanya bermain air.

3. Tidak Melepas Jilbab Saat Berwudhu

Entah karena alasan apa, seringkali penulis melihat banyak perempuan yang saat hendak salat di masjid enggan melepas jilbabnya saat berwudhu. Sehingga hal tersebut menyebabkan basuhan air pada wajah tidak merata, terutama sampai batas tumbuhnya rambut di kepala.

4. Tidak Bersih Melakukan Istinja

Hal ini sangat penting. Banyak sekali yang tidak menjaga kebersihan celana dalam. Yaitu, saat melakukan istinja setelah buang air yang seharusnya dilakukan dengan teliti sampai bersih. Ya, sekiranya hati kita sudah yakin bersih. Seperti yang sudah disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw.,

عنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ [ اسْتَنْزِهُوا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ ] – رواه الدارقطني

dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu: Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “bersihkanlah diri dari kencing. Karena mayoritas siksa kubur disebabkan dari bekas kencing tersebut.” (HR. Al-Daruqutni)

Mengapa bisa penyebab siksa kubur berasal dari bekas kencing? Hal itu disebabkan istinja yang tidak bersih sehingga wudhunya pun tidak sah. Tentu itu yang membuat salat juga tidak sah. Jadi sudah jungkir-balik salat kalau tidak sah berarti sama saja tidak melaksanakan salat.

2 KOMENTAR

  1. Saya mengalami patah tulang sehingga kaki kanan saya hrs di gips untuk proses penyembuhan. Setiap hari hanya terbaring di tempat tidur bahkan untuk beraktifitas pribadi baik bak ato bab jg di tempat tidur. Namun untuk berwudhu saya msh dibantu menggunakan air dalam botol untuk berwudhu tanpa membasahi kaki kanan saya yg sdg di gips. Apakah wudhu saya sah? Namun bagaimanakah cara saya bersuci dri hadas besar yg mewajibkan seseorang untuk mandi wajib sedangkan keseharian saya blm bisa untuk ke kamar mandi krn kondisi yg sedang di gips?

    • Dalam agama, ada kaidah kalau kondisi darurat menyebabkan kita boleh melakukan yang “terlarang” dalam arti kurang ideal. Maka ibu berwudhunya sudah sah meskipun bagian kaki yang digips tidak dibasuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here