Empat Cara Mengatasi Sindrom Pranikah bagi Calon Pengantin

0
848

BincangSyariah.Com – Jelang acara pernikahan, tidak jarang para calon pengantin mengalami dua perasaan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi muncul perasaan bahagia, tetapi di sisi lain justru muncul perasaan was-was dan ragu-ragu.

Keragu-raguan ini biasanya menyangkut kemantapan hati untuk menjalani pernikahan yang akan dilewati bersama calon pasangan. Sejumlah pertanyaan tiba-tiba muncul berseliweran, apakah kehidupan pernikahan ini akan berjalan lancar? Apakah kebutuhan keluarga nantinya akan tercukupi dengan baik? Atau, akankah pernikahan ini akan bertahan langgeng hingga maut memisahkan?

Tak bisa dipungkiri, pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering bermunculan di benak calon pengantin, dan hal ini sangat mengganggu karena berpotensi mempengaruhi kemantapan dan kesiapan hati dalam menyambut hari bahagia.

Semakin seseorang tenggelam dalam keraguan ini, dia akan semakin merasa tidak siap, tertekan dan tidak fokus menghadapi hari pernikahannya. Beberapa orang juga bersikap tidak seperti biasanya. Dia akan lebih mudah terpancing emosi, sensitif, pesimis dan kadang sulit ditebak. Nah,,, Inilah yang kemudian disebut sindrom pranikah. Hal ini harus diwaspadai oleh calon pengantin agar tidak menggaggu kesiapan pernikahan sehingga pernikahan tetap berjalan sakral dan khidmat.

Para peneliti dan konsultan pernikahan menjelaskan bahwa perasaan ini kerap dialami oleh setiap orang yang ingin menikah. Sindrom ini biasa terjadi karena setiap orang perlu menyesuaikan diri untuk menghadapi kehidupan pascanikah. Yang terpenting, seharusnya adalah bagaimana sindrom ini tidak berlangsung berlarut-larut dan tidak sampai memberi pengaruh buruk dalam mempersiapkan pernikahan impian. Nah, secara umum inilah beberapa tips yang bisa kita terapkan untuk menaklukkan sindrom pranikah:

Pertama. Berdoa dan meminta petunjuk pada Allah, mintalah bimbingan dan kemantapan hati. Mintalah untuk senantiasa diluruskan niat dalam menjalani pernikahan. Karena, pernikahan yang baik sejatinya bukanlah pernikahan yang lepas dari masalah dan ujian, akan tetapi bagaimana kita bisa mengatasi dan meng-handle semuanya dengan baik. Untuk menghadapi itu semua, selain menyiapkan diri dan mental, semestinya kita juga senantiasa berdoa agar diberikan kekuatan oleh Allah swt.

Baca Juga :  Hukum "Murajaah" Bacaan Alquran bagi Hafizah yang Haid

Kedua…… (selengkapnta klik BincangMuslimah.Com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here