Darah yang Keluar Saat Hamil, Haid atau Istihadah?

0
1804

BincangSyariah.Com – Salah satu hikmah darah haid adalah sebagai makanan nutrisi bagi janin yang ada di dalam kandungan wanita hamil. Sehingga sangat kecil kemungkinan, wanita akan mengeluarkan darah saat ia hamil. Namun, bagaimana jika ada darah yang keluar saat hamil, haid atau istihadah kah?

Dr. Mustafa Al Khan dan tim penyusun kitab Al-Fiqh Al-Manhaji Ala Madzhab Al Imam Al Syafii mengatakan,

إذا رأت الحامل دماً، وبلغت مدته أقل مدة الحيض – وهي يوم وليلة – ولم يتجاوز أكثر مدة الحيض – وهي خمسة عشر يوماً بلياليها- اعتبر هذا الدم حيضاً على الأظهر، فتدع الصلاة والصوم وكل ما يحرم على الحائض.

أما إذا كان الدم الذي رأته أقل من مدة الحيض، أو أكثر من مدة أكثره، اعتبر الأقل والزائد دم استحاضة، وأخذ حكمه من حيث الصلاة وغيرها.

وقيل: الدم الذي تراه المرأة الحامل يعتبر دم استحاضة مطلقاً كيف كان، وليس دم حيض، لأن الحمل يسد مخرج الحيض، وهذا الغالب الأكثر، وحيض المرأة أثناء الحمل إن لم يكن ممتنعاً فهو نادر جداً.

Jika wanita hami melihat darah, dan masanya telah mencapai batas minimal masa haid. Yakni sehari semalam (24 jam). Dan (darah tersebut keluarnya) tidak melebihi batas maksimal masa haid. Yakni lima belas hari lima belas malam. Maka darah tersebut dianggap darah haid secara jelasnya.

Oleh karena itu, ia (harus) meninggalkan salat, puasa dan semua hal yang diharamkan bagi wanita haid. Adapun jika darah yang dilihat tersebut keluar (melebihi) batas minimal haid. Atau melebihi batas maksimal masa haid. Maka, darah tersebut dianggap istihadah. Dan ia melaksanakan hukum wanita istihadah yang tetap shalat dan ibadah lainnya.

 Dan dikatakan (suatu pendapat) yakni darah yang dilihat wanita hamil itu dianggap darah istihadah secara mutlak. Bukan darah haid, karena kehamilah itu menyumbat keluarnya haid, dan inilah yang umum. (Namun, sebenarnya) Haidnya wanita di tengah kehamilannya tidak terhalang (sangat mungkin sekali), tetapi hal itu sangat jarang sekali.

Berdasarkan keterangan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa darah yang keluar saat hamil adalah darah haid. Tetapi jika telah memenuhi syarat darah haid. Yakni jika darah tersebut keluarnya minimal selama sehari semalam atau dua puluh empat jam. Atau darah tersebut tidak melebihi batas maksimal haid, yakni tidak lebih dari lima belas hari lima belas malam.

Baca Juga :  Seri Wanita Istihadhah: Mandi dan Shalat Bagi Mubtada’ah Mumayyizah (Bagian IV)

Sehingga, jika darah yang keluar saat haid tersebut kurang dari sehari semalam atau kurang dari dua puluh empat jam, maka darah tersebut dianggap darah istihadah. Atau jika darah yang keluar itu lebih dari lima belas hari lima dan belas malam (batas maksimal haid), maka darah tersebut adalah darah istihadah. Wa Allahu a’lam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here