Cara Bertepuk Tangan dalam Shalat Bagi Perempuan Ketika Mengingatkan Imam

4
173

BincangSyariah.Com – Mengingatkan imam yang lupa bagi makmum hukumnya adalah sunnah. Cara makmum laki-laki mengingatkan imam adalah dengan membaca subhaanallah, sementara bagi makmum perempuan dengan bertepuk tangan. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Daud dari Sahl bin Sa’d, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إِذَا نَابَكُمْ شَيْءٌ فِي صَلاَتِكُمْ فَلْيُسَبِّحِ الرِّجَال وَلْتُصَفِّقِ النِّسَاءُ

Jika terjadi sesuatu dalam shalat kalian, maka hendaknya laki-laki membaca tasbih dan perempuan bertepuk tangan.

Berdasarkan pendapat para ulama empat mazhab, ada empat cara bertepuk tangan dalam shalat bagi perempuan ketika mengingatkan imam.

Pertama, cara pertama menurut ulama Hanafiyah dan Syafiiyah, adalah dengan cara menepukkan punggung jari-jari tangan kanan pada permukaan telapak tangan kiri.

Kedua, cara kedua menurut ulama Hanafiyah dan Syafiiyah, adalah dengan cara menepukkan permukaan telapak tangan kanan pada punggung tangan kiri. Cara ini adalah cara yang popular dilakukan di kalangan ulama Hanafiyah dan Syafiiyah.

Ketiga, menurut ulama Malikiyah, adalah dengan cara menepukkan punggung dua jari tangan kanan pada telapak tangan kiri.

Keempat, menurut ulama Hanabilah, adalah dengan cara menepukkan telapak tangan pada punggung tangan yang lain.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

لِلْمَرْأَةِ فِي كَيْفِيَّةِ تَصْفِيقِهَا فِي الصَّلاَةِ طَرِيقَتَانِ عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ.إِحْدَاهُمَا: أَنْ تَضْرِبَ بِظُهُورِ أَصَابِعِ الْيَدِ الْيُمْنَى عَلَى صَفْحَةِ الْكَفِّ الْيُسْرَى.ثَانِيَتُهُمَا: أَنْ تَضْرِبَ بِبَطْنِ كَفِّهَا الْيُمْنَى عَلَى ظَهْرِ كَفِّهَا الْيُسْرَى، وَهُوَ الأْيْسَرُ وَالأْقَل عَمَلاً، وَهَذَا هُوَ الْمَشْهُورُ عِنْدَهُمْ وَعِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ عَلَى الْقَوْل بِهِ أَنْ تَضْرِبَ بِظَهْرِ أُصْبُعَيْنِ مِنْ يَمِينِهَا عَلَى بَاطِنِ كَفِّهَا الْيُسْرَى. وَعِنْدَ الْحَنَابِلَةِ: أَنْ تَضْرِبَ بِبَطْنِ كَفٍّ عَلَى ظَهْرِ الأْخْرَى

Ada dua cara bagi perempuan ketika bertepuk tangan dalam shalat menurut ulama Hanafiyah dan ulama Syafiiyah. Pertama, ia memukulkan punggung jari-jari tangan kanannya pada bagian permukaan telapak tangan kirinya. Kedua, ia memukulkan telapak tangan kanannya pada bagian punggung telapak tangan kirinya. Ini yang lebih mudah dan lebih sedikit kerjanya, dan ini merupakan cara yang popular di kalangan mereka. Menurut ulama Malikiyah, ia memukulkan punggung dua jari tangan kanannya pada bagian telapak tangan kirinya. Sementara menurut ulama Hanabilah, ia memukulkan telapak tangan pada punggung tangan yang lain.

Baca Juga :  Shalat Fardhu Sendirian, Apakah Disunahkan Azan dan Iqamah?

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here