Bolehkah Menalak Istri yang Sedang Hamil?

0
1266

BincangSyariah.Com – Di sebagian masyarakat, masalah ini banyak dibicarakan. Sebagian beranggapan bahwa talak terhadap istri yang sedang hamil, tidak sah. Anggapan semacam itu tidak ditemukan dari mana sumbernya. Namun dari keterangan yang ada, para ulama berpendapat bahwa talak ketika istri hamil itu sah. Ini adalah kesepakatan ulama, tidak ada perselisihan. Terdapat hadis yang sahih dari Nabi saw bahwa ketika Ibnu Umar menalak istrinya saat haid. Kemudian Nabi saw memerintahkan Ibnu Umar untuk menahan talak terhadap istrinya itu sampai ia suci atau tidak haid lagi.

Berikut hadisnya:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ فَذَكَرَ ذَلِكَ عُمَرُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا ثُمَّ لِيُطَلِّقْهَا طَاهِرًا أَوْ حَامِلًا

“Dari Ibnu Umar radiallahu ‘anhu, bahwa ia pernah menalak istrinya dalam keadaan haid. Kemudian Umar bin Khatthab menceritakan kejadian tersebut kepada Nabi. Lantas beliau pun berkata kepada Umar bin Khatthab, suruh dia (Ibnu Umar ra.) untuk kembali kepada istrinya, baru kemudian talaklah dia dalam keadaan suci atau hamil.” (HR Muslim)

Hadis di atas menunjukkan bahwa talak terhadap wanita hamil statusnya sama dengan talak untuk wanita suci yang belum disetubuhi. Maka, menalak wanita ketika hamil hukumnya boleh. Menurut pendapat yang kuat, talak yang dilarang adalah talak sebagaimana yang disebutkan dalam hadis, yaitu talak ketika haid atau nifas. Selama wanita sedang haid atau nifas maka tidak boleh seorang suami menalaknya.

Muhyidin Syaraf an-Nawawi dalam syarah Muslimnya menjelaskan bahwa kandungan hadis tersebut menunjukkan kebolehan menalak wanita yang sedang hamil yang jelas kehamilannya. Menurutnya, ini adalah pandangan mazhab Imam Syafi‘i.

فِيهِ دَلَالَةٌ لِجَوَازِ طَلَاقِ الْحَامِلِ الَّتِي تَبَيَّنَ حَمْلُهَا وَهُوَ مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ قَالَ بْنُ الْمُنْذِرِ وَبِهِ قاَلَ أَكْثَرُ الْعُلَمَاءِ مِنْهُمْ طَاوُسٌ وَالْحَسَنُ وَبْنُ سِيرِينَ وَرَبِيعَةٌ وَحَمَّادُ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ وَمَالِكٌ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ وَأَبُو ثَوْرٍ وَأَبُو عُبَيْدٍ

Hadis ini menunjukkan kebolehan menalak wanita hamil ketika memang jelas kehamilannya. Ini adalah pandangan mazhab Syafi‘i. Ibnul Mundzir berkata, pandangan ini juga dianut oleh mayoritas ulama, antara lain Thawus, Al-Hasan, Ibnu Sirin, Rabiah, Hammad bin Abi Sulaiman, Malik, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, dan Abu Ubaid.” (Sahih Muslim bi Syarhin Nawawi)

قَالَ بْنُ الْمُنْذِرِ وَبِهِ أَقُولُ وَبِهِ قَالَ بَعْضُ الْمَالِكِيَّةِ وَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ حَرَامٌ وَحَكَى بْنْ الْمُنْذِرِ رِوَايَةً أُخْرَى عَنِ الْحَسَنِ أَنَّهُ قَالَ طَلَاقُ الْحَامِلِ مَكْرُوهٌ

“Ibnul Mundzir berkata, saya juga berpendapat demikian. Begitu juga dengan sebagian ulama dari kalangan mazhab Maliki. Sedang sebagian yang lain menyatakan haram. Ibnul Mundzir juga meriwayatkan riwayat jalur lain dari Al-Hasan. Menurut riwayat jalur ini, Al-Hasan berpendapat bahwa menalak wanita yang sedang hamil adalah makruh.” (Syarah An-Nawawi, Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi)

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas ulama memperbolehkan menalak wanita yang sedang hamil. Meskipun di sisi lain ada yang mengatakan bahwa hal itu makruh dan haram.

Baca Juga :  Ancaman Nabi Muhammad pada Istri yang Minta Cerai karena Hal Sepele

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here