Benarkah Suara Perempuan Aurat?

0
842

BincangSyariah.Com – Sebagian ulama berpendapat bahwa suara perempuan adalah aurat, sehingga konsekuensinya, perempuan tidak boleh berbicara dengan laki-laki selain suami dan mahram sebab suara perempuan yang lunak dianggap membawa fitnah dan membangkitkan nafsu birahi.

Sebelum berbicara mengenai persoalan apakah suara perempuan adalah aurat atau tidak, perlu diketahui, Nabi Muhammad saw. tidak pernah melarang apabila terdapat seorang perempuan bertanya kepada beliau dalam majelis yang dihadiri oleh golongan lelaki juga.

Pernah pula suatu ketika saat Umar bin Khattab berkhutbah, seorang sahabat perempuan bersuara dan menolak pendapat beliau. Umar tidak menghalangi wanita itu bersuara dan menerima pendapat perempuan tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, maka menurut Yususf Qardhawi dalam Fatawa al-Marah al-Muslimah, larangan berkaitan dengan suara perempuan adalah jika ia berbicara dengan mengeluarkan suara yang mendayu-dayu dan dengan sengaja melunakkan suara.

Suara seperti itu mampu menarik dan menggoda kaum lelaki. Inilah yang dimaksudkan dalam Alquran dengan suara/ kata-kata lembut dan manja yang merayu-rayu. Keadaan itu mampu merangsang perasaan nafsu birahi kepada orang yang mempunyai penyakit hati.

Secara umum, ayat tersebut tidak melarang perempuan bercakap-cakap dengan laki-laki. Hal tersebut berdasarkan dalil pada akhir ayat ini yang berbunyi, ‘Dan sebaliknya, berkatalah dengan kata-kata yang baik.‘ Sebagaimana Allah Swt berfirman dalam surah al-Ahzab ayat 32 berikut ini

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu berbicara dengan lembut manja karena ia mampu menimbulkan keinginan kepada orang yang ada penyakit dalam hatinya dan sebaliknya ucapkanlah perkataan yang baik,(sesuai dan sopan). (QS. Al-Ahzab; 32)

Baca Juga :  Mengenal Tujuh Macam Wanita Istihadhah

Wahbah Zuhaili dalam Tafsir Wajiz menjelaskan bahwa arti frasa falaa takhta’na bilqauli maksudnya bahwa Allah melarang para istri nabi untuk berbicara lemah lembut dan gemulai  kepada laki-laki asing, sehingga hal itu akan menimbulkan syahwat di hati laki-laki asing. Ayat di atas berlaku secara umum bahwa hal itu termasuk adab yang wajib bagi seluruh perempuan yang beriman kepada Allah dan bertakwa.

Maka tidak termasuk aurat, bila suara perempuan justru menghantarkan hati sang pendengar menjadi takut dan mengingat Allah. Seperti suara saat sedang ceramah atau suara bacaan Alquran. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here