Benarkah Ibu Hamil Tidak Boleh Sujud Terlalu Lama?

0
706

BincangSyariah.Com – Rukun salat yang menjadikan seorang hamba merasa dekat sedekatnya kepada Allah adalah sujud. Kapan lagi kita bisa berbisik pada bumi namun didengar oleh makhluk langit? Keadaan tersebut seakan tidak ada jarak antara Allah dan makhluknya. Kedekatan ini adalah kedekatan yang sangat personal; kedekatan antara yang mencintai dan Zat yang dicintai.

Selain kedekatan yang personal, sujud juga merupakan ajang seorang hamba untuk memperbanyak berdoa. Di kala sedih maupun senang. Sama halnya dengan seorang ibu yang akan melewati peristiwa persalinan, yang siap mempertaruhkan segenap jiwa dan raganya. Proses di mana seorang calon ibu meregang dalam jihad untuk menerima amanah-Nya.

Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak bersujud kepada Allah pada saat hamil. Bukankah pada saat seperti itu, hanya pertolongan Allah yang bisa diharapkan? Seharusnya pada saat sujud inilah waktu yang tepat untuk meminta kelancaran hingga persalinan. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa”.

Lantas benarkah jika posisi sujud terlalu lama itu berbahaya bagi ibu hamil? Sehingga banyak yang bertuah jika ibu hamil tidak boleh sujud terlalu lama. Pernyataan yang seperti itu adalah tidak benar. Bukankah Allah mendesain setiap gerakan salat sepaket dengan manfaatnya? Begitupun dengan sujud yang dilakukan oleh seorang ibu yang sedang hamil.

Ketika sujud, pembuluh darah di otak itu terlatih menerima banyak pasokan oksigen. Di mana letak jantung juga di atas kepala, posisi tersebut menjadikan sel darah mengalir maksimal ke otak. Hingga akhirnya dapat memacu kerja sel otaknya. Begitulah indahnya ritual sujud yang dapat mencerdaskan otak.

Baca Juga :  Tatacara Duduk Sunah Tasyahud Akhir

Begitupun dengan ibu hamil, posisi sujud yang lama tidak memberikan efek yang buruk bagi sang ibu ataupun calon bayi. Justru membuahkan hasil yang manis. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa posisi sujud itu semua beban tubuh bagian atas bertumpu pada lengan telapak tangan. Gerakan tersebut menimbulkan kontraksi pada otot dada, yang mana kontraksi tersebut bergerak secara teratur hingga mampu membentuk payudara lebih indah. Dan yang lebih hebatnya lagi, gerakan tersebut juga memperbaiki kelenjar air susu yang bermanfaat bagi sang bayi saat terlahirkan di bumi. Dengan begitu, masih ragukah ibu hamil untuk sujud lama?

Tidak cukup di situ saja. Gerakan sujud sangat membantu ibu hamil saat detik-detik mendekati waktu persalinan. Dimana otot-otot perut berkontraksi dengan baik saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, di saat itulah ia melatih organ sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Gerakan itulah yang dapat membantu dalam proses persalinan, gerakan yang melatih pernafasan yang panjang dan mengejan dengan baik. Persiapan seperti itulah yang dapat membantu seorang ibu hamil untuk bisa melahirkan dengan cara normal dan mudah.

Semoga pemaparan di atas dapat membantu dan meyakinkan bahwa tidak ada larangan khusus bagi ibu hamil untuk sujud lama. Justru sangat disayangkan jika ibu hamil melewatkan masa-masa indah tersebut. Selain banyak manfaat untuk bayi dan ibu yang mengandungnya, sujud adalah momen terindah di mana Allah sangat teramat dekat dengan hambanya. Inilah waktu yang pas untuk berdoa dan mencurahkan semuanya yang dirisaukan dalam hidup ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here